Masyarakat Iran itu sekarang terpecah jadi dua kubu utama:
1. Pro-pemerintah. Mereka biasanya generasi tua yang ngalamin kudeta tahun 1953, para ulama Syiah, masyarakat perkampungan, keluarga dan anggota IRGC.
2. Anti-pemerintah. Mereka tidak suka dengan pengekangan rezim, menuntut hak-hak sipil yang lebih luas, perbaikan ekonomi, mostly tinggal di kota dan cenderung generasi lebih muda.
Keduanya kubu ini sama: tidak suka Amerika maupun Israel.
Sanksi terhadap Iran bikin mereka menderita secara ekonomi, dan mereka sadar ini. Bagi mereka, Barat itu munafik, bilangnya pro-rakyat Iran, tapi malah bikin jatuhin sanksi yang menyekik rakyat.
Orang Iran pengen perubahan, tapi bukan dengan cara didikte asing. Orang Iran masih inget betapa jahatnya Amerika dan Inggris dalam mengacak-ngacak negara mereka.
Ada lagi 1 kaum pencilan: westernized, pro-Israel, monarchist, para eksil, cuman ini sedikit tapi bacotnya gede di medsos, sering di-amplify media-media barat. Mereka keras bersuara seakan-akan suara mereka ini suara rakyat Iran, padahal bukan.
Amerika dan Israel lebih halu lagi, berusaha memosisikan diri mereka sebagai “sahabat rakyat Iran”. Mereka gagal membaca situasi bahwa meskipun orang Iran ada yg benci rezim, mereka juga benci dengan Amerika-Israel.
(Mas Gres)







Komentar