Mark Ruffalo ‘Hulk’ tidak takut kehilangan kariernya di Hollywood karena dukungannya yang vokal terhadap Palestina

Mark Ruffalo berulang kali menyatakan bahwa ia tidak takut kehilangan kariernya di Hollywood atau menghadapi konsekuensi profesional karena dukungannya yang vokal terhadap Palestina.

Sikapnya mencakup beberapa poin penting aktivisme:

  • Kesediaan Menghadapi Konsekuensi: Ruffalo secara terbuka menegaskan bahwa tanggung jawab moral lebih penting baginya daripada keamanan karier, menyatakan bahwa “diam bukanlah pilihan” sementara warga sipil menderita.
  • Advokasi Langsung: Ia telah menggambarkan tindakan Israel di Gaza sebagai “kelaparan dan pembersihan etnis (genosida)” dan menyerukan sanksi global terhadap Israel, membandingkan situasi tersebut dengan era apartheid di Afrika Selatan.
  • Kepemimpinan Industri: Pada tahun 2025, ia termasuk di antara tokoh-tokoh terkemuka yang menandatangani Ikrar “Pekerja Film untuk Palestina”, yang menyerukan boikot terhadap lembaga film Israel tertentu.
  • Melawan Sensor: Ruffalo telah menantang sensor Hollywood dan mendesak serikat pekerja seperti SAG-AFTRA untuk melindungi anggotanya agar tidak masuk daftar hitam karena pandangan politik mereka.
  • Simbol Publik: Ia telah menggunakan platform bergengsi seperti Golden Globes dan DGA Awards untuk mengenakan simbol solidaritas Palestina seperti pin Artists4Ceasefire).

Meskipun advokasinya telah menuai kritik dari kelompok pro-Israel dan beberapa rekan sejawatnya, Ruffalo tetap menjadi tokoh sentral dalam perpecahan yang semakin besar di Hollywood terkait konflik tersebut. Ia terus menggunakan platformnya untuk memperkuat upaya bantuan kemanusiaan dan menuntut pertanggungjawaban atas nyawa warga sipil.

Komentar