Logika Subsidi Paling Menyesatkan
Tahukah kalian apa kesamaan 4 barang di gambar ini?
- MBG (Makan Bergizi Gratis)
- BBM Pertalite/solar
- LPG 3 Kg
- Listrik
Sama-sama disubsidi negara.
Alias, negara mengeluarkan uang agar rakyat bisa mendapatkannya gratis atau bayar lebih murah.
- Listrik, tahun 2026, anggaran subsidinya 104 triliun
- LPG 3 kg + BBM, anggarannya 105 triliun
- MBG, anggarannya 335 triliun.
Nah, yang saya tidak habis pikir adalah:
- Banyak orang yg marah-marah jika LPG 3 kg dipakai oleh orang kaya. Bilang itu khusus utk rakyat miskin. Pejabat-pejabat, marah. Ekonom-ekonom yang jadi staf pejabat, marah. Wah wah deh, marah banget. Subsidinya salah sasaran, banyak orang kaya yg diam-diam mengonsumsi barang-barang ini.
- Kamu marah LPG 3 kg dipakai orang kaya? Salah sasaran katamu, kan? Juga BBM pertalite, salah sasaran? Penyalahgunaan?
- Maka, kok lucu, kenapa giliran MBG kamu belain habis-habisan? Bukankah MBG itu jelas sekali subsidi yang super duper salah sasaran? Bayangkan sekolah-sekolah top, elit, yang muridnya diantar pakai mobil-mobil pajero, fortuner, alphard, eh dikasih MBG. Dan nilai subsidi MBG ini 3x lipat dibanding subsidi listrik, juga subsidi BBM+LPG 3 kg.
Kamu paham tidak ironi ini?
- Pemerintah habis-habisan mau mensubsidi MBG, bilang miskin kaya berhak dapat.
- Kenapa giliran LPG 3 kg beda lagi argumennya?
- Dan kocaknya adalah, sekolah-sekolah yang muridnya kaya-kaya, mereka banyak yang males loh dikasih MBG ini. Menolak. Tapi karena dipaksa, baiklah ikutan. Harusnya LPG 3kg juga gitu, kamu paksa orang-orang kaya dapat tabung LPG 3 kg. Bukankah begitu logikanya?
Ah, kamu sih nggak pernah mikir logika sesederhana ini.
Yang ada di kepalamu, jilatin pemerintah habis-habisan.
MBG yes! Subsidi 335 triliun, kaya miskin dapat.
Giliran LPG 3kg, keluar deh dalil-dalil agama, HAROOOM orang kaya menikmatinya.
Bahkan ada ulama yang mau saja jadi corongnya pemerintah soal subsidi BBM dan LPG 3 kg ini.
(By Tere Liye)






