LAPORKAN AHMAD KHOZINUDIN, EGGI SUDJANA & DAMAI HARI LUBIS PERMALUKAN HABIB RIZIEQ SHIHAB DAN TPUA

LAPORKAN AHMAD KHOZINUDIN: EGGI SUDJANA & DAMAI HARI LUBIS PERMALUKAN TPUA & HABIB RIZIEQ SHIHAB

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.

Kemarin (Senin, 26/1/2026), KH Slamet Ma’arif tiba-tiba mengirim pesan via WA ke penulis. Melampirkan bukti laporan polisi yang dibuat oleh Damai Hari Lubis (DHL), beliau menyayangkan laporan tersebut.

Menurut beliau, terlepas dari apapun permasalahan pribadi, sepertinya ada kejanggalan jika yang seharusnya MEMBELA AKTIVIS, justru MELAPORKAN AKTIVIS. Hal itu disebabkan, karena pelapor yakni Eggi Sudjana (ES) dan DHL adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal TPUA (Tim Pembela Ulama & Aktivis).

Lalu beliau berseloroh, TPUA singkatan dari Tim Pelapor Ulama & Aktivis. Bahkan, bisa saja secara spesifik singkatan dari Tim Pelapar Ulama & Ahmad Khozin.

Penulis juga heran, mengapa laporan ini dibuat. Karena ES dan DHL datang ke JOKOWI, tidak terima ditetapkan sebagai Tersangka dan minta JOKOWI perintahkan Kapolri mencabut status tersangka, diantaranya karena ES dan DHL berstatus sebagai Advokat yang sedang menjalakan fungsi advokasi.

Namun kini, keduanya melaporkan penulis yang juga berstatus advokat, yang memiliki imunitas dalam menunaikan kewajiban profesi, yakni memberikan pembelaan hukum kepada klien, didalam maupun diluar pengadilan. Materi laporan yang dipersoalkan adalah saat penulis konpers di Polda Metro Jaya pasca pemeriksaan Rizal Fadilah, Rustam Efendi dan Kurnia Tri Royani (Kamis, 22/1), yang ketiganya merupakan klien penulis.

Penulis juga mendapat kabar, laporan dibuat pukul 22.00 WIB, dimana Eggi Sudjana terbang dari Malaysia untuk tujuan langsung membuat laporan polisi. Tapi kabar baiknya, saat membuat laporan Eggi Sudjana tidak menggunakan kursi roda seperti saat dia akan tebang ke Malaysia. Semoga saja, penyakit kangker yang menurut pengacaranya Elidaneti sudah stadium 4, sudah sembuh setelah berobat ke Malaysia.

Menjatuhkan wibawa Habib Rizieq

Hanya saja, langkah Eggi Sudjana dan DHL ini jelas menjatuhkan wibawa Habib Rizieq Shihab. Sebagaimana diketahui, saat jelang pelaksanaan gelar perkara khusus di BARESKRIM POLRI pada tanggal 9 Juli 2025 silam, Habib Rizieq Shihab bersama Eggi Sudjana, DHL, Muslim Arbi, Bunda Merry, dan sejumlah aktivis lainnya, membuat video pernyataan yang isinya juga memuat penjelasan latar belakang dan tujuan dibentuknya TPUA.

Habib Rizieq Shihab menjelaskan, TPUA dibentuk oleh para ulama dan habaib, sejalan dengan semangat perjuangan 212. TPUA dibuat untuk membela para ulama dan aktivis, yang menjadi korban kriminalisasi yang marak terjadi di era rezim JOKOWI.

Rezim JOKOWI memang begitu kejam. Sudah terlaku banyak ulama dan aktivis yang dipenjara hanya karena menyampaikan kritik, melaksanakan aktivitas amar Ma’ruf nahi mungkar.

Bahkan, Habib Rizieq Shihab sendiri menjadi korban kekejaman JOKOWI. Dituduh mengedarkan kabar bohong dan dipenjara, hanya karena menerangkan kondisinya sehat dan baik-baik saja.

Tentu saja miris dan prihatin. Kali ini, alih-alih TPUA membela Ulama dan Altivis, Ketua Umum dan Sekjen TPUA yakni ES dan DHL, justru melaporkan penulis yang berstatus sebagai aktivis, yang sedang berjuang melawan kebohongan JOKOWI, membongkar ijazah palsu JOKOWI, dengan membela Roy Suryo cs.

Kurnia Tri Royani dan Azam Khan, hingga saat ini menunggu komando dan arahan dari Habib Rizieq Shihab atas pemecatan mereka dari TPUA, yang dilakukan oleh Eggi Sudjana selaku Ketum. Damai Hari Lubis menjadi Sekjen TPUA, setelah Eggi Sudjana memecat Azam Khan.

Menurut Azam Khan, Habib Rizieq Shihab memiliki kedudukan tertinggi di TPUA selaku Dewan Pembina. ES dan DHL tidak boleh ke Solo tanpa restu Dewan Pembina, Eggi Sudjana juga tak bisa memecat sepihak anggota TPUA tanpa persetujuan Dewan Pembina.

Sekedar informasi, selain Azam Khan dan Kurnia Tri Ariyani, Eggi Sudjana juga memecat Muslim Arbi (Plt Ketua TPUA), Ismar Syafrudin (Anggota TPUA), Rizal Fadilah (Waketum TPUA) dan Rustam Efendi (anggota TPUA).

Hanya saja jika ditinjau dari perspektif strategi pecah belah yang dijalankan kubu JOKOWI, kuat dugaan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis membuat laporan untuk menjalankan perintah dari geng Solo. SP-3 yang diperoleh ES dan DHL tidak gratis, diantaranya kemungkinan harus dibayar dengan melaporkan penulis. Karena kubu JOKOWI menilai, penulis adalah salah satu ancaman bagi terbongkarnya ijazah palsu JOKOWI.

(*)

Komentar