Konflik Iran AS Belum Reda, Emas Dibuka Dengan Harga Rp 2.890.559,99 Hari Ini

Konflik bersenjata antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel memasuki hari ketiga pada Senin (2 Maret 2026), tanpa tanda-tanda mereda. Serangan balasan Iran terhadap basis AS di kawasan Teluk serta wilayah Israel terus berlanjut, sementara pasukan gabungan AS-Israel melancarkan serangan intensif ke target militer dan infrastruktur di Tehran serta provinsi-provinsi Iran.

Menurut laporan Pentagon, tiga tentara AS tewas dan lima lainnya luka parah akibat serangan rudal Iran, menandai korban pertama Amerika dalam konflik ini. Presiden Donald Trump dalam pernyataan video menyatakan operasi militer akan berlanjut hingga tujuan tercapai, termasuk menghancurkan fasilitas rudal balistik dan angkatan laut Iran, serta mencegah pengembangan senjata nuklir. Trump menyebut operasi bisa selesai dalam “empat minggu atau kurang”, meski mengakui kemungkinan korban lebih banyak. Ia juga menyatakan kesediaan bernegosiasi dengan kepemimpinan sementara Iran setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari lalu.

Di sisi Iran, Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, dan Ayatollah Alireza Arafi menyatakan akan melanjutkan “jalan Khamenei” dengan kekuatan penuh. Iran meluncurkan rudal dan drone ke basis AS di Bahrain, Qatar, UAE, serta target di Israel, termasuk Beit Shemesh yang menewaskan sembilan warga sipil. Korban di Iran dilaporkan lebih dari 200 jiwa akibat serangan udara, sementara serangan ke kapal di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan minyak global.

Eskalasi ini mendorong lonjakan permintaan aset safe-haven, termasuk emas. Harga emas global (XAU/USD) dibuka menguat signifikan pagi ini, mencapai sekitar USD 5.352–5.374 per ounce dengan kenaikan lebih dari 2% dari penutupan sebelumnya. Di Indonesia, data dari goldprice.org menunjukkan harga emas per gram dalam rupiah mencapai Rp 2.890.559,99, naik Rp 66.723,65 atau +2,36%. Harga ini mencerminkan konversi spot global ditambah premi lokal.

Di pasar domestik, harga emas Antam dan Pegadaian (Galeri 24/UBS) juga mengikuti tren naik, dengan estimasi per gram mendekati Rp 3 juta atau lebih tinggi tergantung dealer. Analis memprediksi emas berpotensi tes level USD 5.400–5.600 jika konflik berlanjut, didorong ketegangan geopolitik, pelemahan dolar AS, dan kekhawatiran inflasi dari gangguan minyak.

Konflik ini telah menutup bandara di Israel, mengganggu pelayaran di Selat Hormuz, dan memicu lonjakan harga minyak. Komunitas internasional mendesak de-eskalasi, namun kedua pihak menunjukkan tekad melanjutkan operasi. Situasi tetap sangat dinamis, dengan risiko perang meluas ke negara Teluk semakin tinggi. Investor diimbau memantau berita terkini, karena volatilitas pasar komoditas seperti emas sangat tinggi di tengah ketidakpastian ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *