Komandan Senior Iran: Perang Akan Terus Berlanjut Hingga Musuh Menyesali Agresinya

Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa Iran akan terus melanjutkan perang melawan Amerika Serikat dan Israel sampai kedua negara tersebut menyesali agresi yang mereka lancarkan terhadap Republik Islam.

Dalam pernyataannya pada Minggu (8/3), Abdollahi mengatakan Iran memiliki persenjataan canggih dengan tingkat presisi tinggi yang menurutnya berada di luar perkiraan kemampuan militer negara itu oleh pihak lawan.

Ia menambahkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran siap bertahan hingga titik terakhir demi mempertahankan negara dan memastikan pihak yang menyerang menerima konsekuensi dari tindakan mereka.

Menurut Abdollahi, Washington dan Tel Aviv selama ini kerap salah menghitung kekuatan Iran. Ia menegaskan bahwa Teheran selalu konsisten dengan sikapnya untuk memberikan respons langsung di medan pertempuran.

“Kami bukan orang yang hanya mengandalkan slogan. Kami adalah orang-orang yang bertindak di medan perang,” ujarnya.

Abdollahi juga menyinggung klaim pihak lawan yang menyebut telah mengetahui kondisi persenjataan rudal Iran. Ia memperingatkan bahwa di medan perang nantinya mereka akan menyadari bahwa perkiraan tersebut keliru dan tidak mencerminkan kekuatan penangkal yang sebenarnya dimiliki Iran.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa militer Iran bertekad membalas kematian para tokoh yang gugur dalam konflik yang sedang berlangsung, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan meningkatkan skala serangan balasan terhadap target militer AS dan Israel. Operasi militer yang disebut True Promise 4 disebut telah memasuki gelombang ke-28 dengan intensitas serangan yang diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Abdollahi menuduh pihak lawan menargetkan warga sipil Iran, termasuk pelajar, serta menghancurkan rumah-rumah penduduk. Ia menegaskan bahwa Iran akan memfokuskan serangan pada pusat militer, peralatan perang, serta target strategis lain yang dianggap perlu untuk membuat pihak lawan menyesali tindakannya.

“Republik Islam Iran dan rakyatnya, dengan izin Tuhan, akan meraih kemenangan pada akhirnya,” kata Abdollahi.

Konflik terbaru antara Iran dengan AS dan Israel meningkat setelah serangan militer besar-besaran dilancarkan pada 28 Februari lalu, sekitar delapan bulan setelah serangan sebelumnya terhadap Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target militer Israel di wilayah pendudukan serta aset militer Amerika Serikat di negara-negara kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. IRAN adalah WAR MACHINE, AS dan Israhell adalah para Ranger. Barusan rilis kemaren di 21, “War Machine”. Koq bisa kebetulan ya, di film itu para Ranger AS juga babak belur