Ketua Parlemen Iran Tegaskan Serangan Balasan Tak Akan Berhenti Sampai AS-Israel Mendapat Ganjaran

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Iran tidak akan menghentikan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel hingga pihak yang ia sebut sebagai agresor benar-benar menerima hukuman atas tindakan mereka.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform X pada Kamis, Ghalibaf menilai operasi militer balasan Iran terbukti semakin efektif dan menimbulkan kerugian nyata bagi pasukan lawan.

“Bukankah para komandan Amerika sendiri melaporkan bahwa serangan Iran semakin presisi dan efektif serta menyebabkan korban yang menyakitkan bagi mereka?” tulisnya.

Ia juga menyindir para anggota parlemen Amerika yang menurutnya secara tertutup mengakui bahwa Washington tidak memiliki strategi keluar dari perang. Namun di hadapan publik, kata Ghalibaf, mereka tetap mencoba menampilkan kepercayaan diri untuk menjaga stabilitas pasar.

“Kami tidak akan berhenti sampai agresor dihukum,” tegasnya.

Sejak akhir pekan lalu, pasukan laut dan dirgantara dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) bersama angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran terhadap aset militer Amerika di sejumlah negara kawasan serta target militer di wilayah yang diduduki Israel.

Teheran menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang memicu eskalasi konflik, termasuk pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior.

Serangan balasan Iran disebut-sebut menimbulkan kerugian signifikan bagi pasukan Amerika di kawasan Asia Barat. Beberapa laporan media yang mengutip sumber militer AS bahkan mengakui meningkatnya dampak serangan rudal dan drone Iran terhadap pangkalan militer yang digunakan untuk menyerang Iran.

Ketegangan yang terus meningkat juga memaksa Washington menutup sejumlah kedutaan besarnya di kawasan serta meminta warga Amerika segera meninggalkan wilayah tersebut.

Di tengah konflik yang kian meluas, analis anggaran memperingatkan biaya perang bagi Amerika Serikat dapat melonjak tajam. Laporan yang dikutip dari Forbes menyebut biaya militer pada fase awal perang sudah melampaui 1 miliar dolar AS.

Jika konflik terus berlanjut, total pengeluaran militer langsung diperkirakan dapat mencapai 40 hingga 95 miliar dolar, belum termasuk dampak ekonomi yang lebih luas terhadap stabilitas kawasan dan pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *