Kenapa Ulil Dianggap “Bersalah” Atas Bencana Di Sumatera

Kenapa Ulil Abshar Abdalla Dianggap “Bersalah” Atas Bencana Di Sumatera

Ulil mungkin tidak terlibat langsung dalam aktivitas tambang, tapi posisi wacana yang dia pilih menempatkannya di barisan yang berseberangan dengan korban bencana.

Ketika dia menyatakan bahwa tambang itu halal, tanpa menyinggung kerusakan ekologis yang nyata di lapangan, ucapannya dianggap pembenaran moral bagi industri yang selama ini menjadi biang kerok kerusakan hutan, menggunduli bukit, dan memicu banjir bandang seperti yang terjadi di Sumatera.

Di mata masyarakat, sikap ini jelas berpihak
Korban bencana kehilangan rumah dan kampung.
Pelaku tambang dituding sebagai penyebab kerusakan.
Ulil berdiri di sisi yang membenarkan tambang.

Maka wajar bila publik mengaitkannya dengan bencana tersebut. Bukan karena Ulil menggali tambang, tapi karena wacananya mendukung pihak yang dituding sebagai penyebab kerusakan.

Dalam isu lingkungan, posisi moral seorang tokoh agama punya dampak besar, dan ketika dia memilih berada di barisan penambang, dia harus siap menerima konsekuensi dari masyarakat yang menjadi korban.

(Kang Irvan Noviandana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *