Kenapa Palestina Tidak Masuk Board of Peace?

Masih soal Board of Piss. Kenapa Mahmud Abbas (pemerintah Otoritas Palestina yang diakui ratusan negara), tidak diajak oleh Trump ke BoP?

Jawabannya karena ditolak oleh IsraeI. Menurut Setanyahu, PA (pemerintah otoritas Palestina) mengajarkan kurikulum yang mengandung materi anti-IsraeI (anti penjajahan). Sehingga dianggap 11-12 dengan Hamas, makanya IsraeI menolak Gaza dikelola/diserahkan pada PA.

Dengan demikian, IsraeI menginginkan pemerintahan Gaza yang dibentuk oleh BoP harus lebih jinak lagi daripada PA (Fatah dkk). Padahal kita tahu sendiri, PA kerap dirujak netizen karena dianggap sudah jinak terhadap penjajahan.

Sedangkan Eropa menolak BoP karena BoP adalah upaya Trump untuk melumpuhkan hukum internasional dan HAM yang disepakati melalui PBB.

Hal ini memupus harapan untuk menjatuhkan sanksi terhadap unsur-unsur IsraeI yang terlibat genosida, jika Gaza ke depannya dikontrol oleh ormas besutan Trump itu. Toh penyelidikan kejahatan perang tidak akan dilaksanakan.

Karena dalam sudut pandang lansia Trump, perdamaian itu cuma menghentikan perang setelahnya ngajak pesta.

Aktivis Islam yang mendukung BoP ada baiknya tidak usah jadi buzzer/jurkam BoP gratisan (silahkan dukung lalu diam), karena ditinjau dari sisi manapun ormas ini harus terus dikritisi dari seluruh dunia agar goal/hasil yang terjadi tak sesuai keinginan musuh (Israel-AS).

Kalau bisa kita berharap setelah Turki dan Qatar masuk menancapkan pengaruh, BoP langsung bubar saja seusai Trump pensiun.

Biarlah yang punya kapasitas menunggangi saja yang ikut BoP, bukan asal ikut lalu mengaku sedang menjalankan fiqh “lesser evil” sambil menolak dikritisi.

(Pega Aji Sitama)

Komentar