“Kenapa negara yang paling banyak perang dan miskin itu negara Islam?” Saya jawab ya….

✍🏻Ismail Amin

Saya jawab ya. Kenapa negara yang paling banyak perang dan miskin itu negara Islam?

Saya koreksi dulu. Pertama, data global justru menunjukkan negara yang paling banyak perang itu negara kristen. Perang Dunia I dan II dipicu oleh perselisihan antara negara berpenduduk mayoritas Kristen. Inggris, Prancis, Jerman, Italia, AS.

Perang Korea, Vietnam, Balkan, Ukraina semuanya bukan negara Islam.

AS saja terlibat lebih dari 200 intervensi militer sejak 1945.

Kedua, negara Kristen juga banyak yang miskin. Menurut data World Bank & IMF, negara-negara termiskin dunia didominasi negara Kristen Afrika dan Amerika Latin: Haiti (Kristen), Kongo (Kristen), Mozambik (Kristen), Liberia (Kristen) dan Madagaskar (Kristen).

Jadi kemiskinan bukan soal agama, tapi soal kolonialisme, korupsi elite, dan ketergantungan ekonomi global.

Terus jawaban dari pertanyaan mengapa negara Islam identik dengan perang dan kemiskinan adalah karena mayoritas perang dan kemiskinan di negara Muslim itu bukan lahir dari Islamnya tapi dari intervensi, penjajahan, dan rekayasa geopolitik global.

Coba jujur: Irak hancur karena diinvasi siapa? Afghanistan porak-poranda oleh siapa selama 20 tahun? Libya runtuh dijatuhkan oleh siapa? Oleh NATO. Suriah jadi medan perang karena siapa yang mempersenjatai proxy?

Artinya negara-negara Muslim itu korban, bukan pelaku utama.

Kebetulan wilayah Muslim berada di jalur energi, minyak, gas, dan jalur perdagangan dunia. Maka ia jadi sasaran permanen perang, kudeta, sanksi, dan konflik buatan.

Rumusnya, negara yang menolak tunduk akan dihancurkan dan negara yang patuh akan dibuat tampak stabil padahal aslinya ringkih dan lemah.

Fakta paling telanjang: Negara yang sama, sebelum diintervensi, tidak miskin dan tidak perang. Apa Suriah miskin dan perang sebelum pemberontak didanai dan dipersenjatai asing?

Jadi masalahnya bukan Islam. Masalahnya: siapa yang boleh berdaulat, dan siapa yang harus tunduk.

Kalau Islam penyebab perang, Iran sudah runtuh dari dulu. Kalau Islam penyebab kemiskinan, negara-negara Muslim yang tidak diintervensi tak akan stabil.

Yang bikin hancur bukan agama tapi sistem global yang tidak mentoleransi kemandirian. Jadi kemiskinan bukan soal agama, tapi soal kolonialisme, korupsi elite, dan ketergantungan ekonomi global.

Lihat saja negara Muslim yang tidak diintervensi justru stabil. Qatar, Saudi, Oman, UEA, Malaysia, tidak perang, ekonomi tumbuh. Iran disanksi paling brutal pun tapi tidak runtuh malah secara mandiri bisa membangun negaranya dan memiliki pencapaian-pencapaian mutakhir. Masalah muncul saat intervensi datang.

Jadi perang dan kemiskinan itu mengikuti peta kepentingan global, bukan peta agama. Yang dihancurkan adalah negara yang punya sumber daya dan menolak tunduk, apa pun agamanya. Toh Venezuela yang negara Kristen diculik presidennya oleh AS. (*)

Komentar