Kenap Pak Lystio Sigit Tidak Mau Jadi Petani?
Hitung saja keuntungan minimal perkotak stainles itu Rp.2000. Dan ini bisa 2x atau lebih.
Rp.2000 per nampan x paling sedikit 3000 nampan (karena satu dapur ada yang 3500-9000 porsi) x 20 hari sekolah x 1500 dapur polri.
Rp 2000 per nampan x 3000 porsi x 20 hari x 1500 lokasi dapur = Rp 180 Miliar !!
Itu satu bulan.
Kalau setahun bagaimana? Kalikan saja 180 M (angka minimal itu) x 12 Bulan = Rp 2,16 Triliun setahun.
Kalau 5 tahun bagaimana 2,16 T x 15 = Rp 10,8 Triliun.
Itu kalau cuman ambil 2000 dan itu mustahil karena operasional saja kan 5000, belum ambil laba dari 10 ribu.
Boleh jadi hari ini dari 1500 belum beroperasi semua, tapi boleh jadi juga melihat luasnya wilayah polri bisa 2000 dapur malah bisa juga 3000 dapur.
Kalau 1 periode pemasukan pejabat polri tambahan dari APBN yang ratusan triliun, puluhan triliun dari STNK & BPKB, 11 Triliunan per 5 tahun dari MBG, ternak ayam, nanam jagung belum pemasukan dari yang lain. Pertanyaannya.
Apakah mau para pejabat polri ini Prabowo hanya menjawab 1 periode atau 5 tahun saja?
Apakah betul pak Kapolri yang terhormat mau jadi petani saja dibanding jadi polisi?
Jika Polri bisa 1500 dapur bagaimana dengan TNI (aktif) berapa ribu dapur, bagaimana dengan purnawirawan TNI? Bukankah TNI ini memang anak-anak emas Prabowo.
Ini cakram Prabowo mengamankan 2029, menurut saya ini ribuan kali lebih jahat daripada Jokowi. Kalau Anda sebut Jokowi jahat.
(Ahmad Tsauri)







Komentar