Kementerian Haji malah bikin repot Umroh

Bahkan kalaupun meskipun apapun bla bla bla bahwa ini tidak paksaan, tidak mandatory, hanya pilihan saja, ide jamaah umroh berangkat dari asrama haji itu lebay.

Kayak orang kurang kerjaan. Nambah-nambah kerjaan. Sukaaa banget merepotkan diri sendiri. Orang mau umroh, kok mampir dulu ke asrama haji. Atau, pemerintah sekarang mau jualan paket umroh? Asrama haji jadi biro travel?

Mending kamu pikirkan agar umroh itu persis kayak jalan-jalan ke Singapura, Malaysia. Tinggal berangkat dari rumah masing-masing.

Sana negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi agar visa turis untuk Indonesia tuh jadi VoA (Visa on Arrival)*, atau malah bebas visa sekalian.

Pemerintah itu tidak harus detail sekali ikut campur urusan persiapan umroh. Buat apa sih? Nyari cuan?

Nah, perkara jamaah umrohnya kurang ilmu, takut nyasar, dll, duuh, mereka juga mikir keleus. Yang mau nyaman, terima beres, mereka pakai biro travel. Yang mau kelas sultan, nyari paket sultan. Jamaah juga bisa manasik sendiri, belajar sendiri gitu loh.

Ngapain dia ke asrama haji?

_______________________

*Visa on Arrival (VoA) adalah izin masuk sementara yang diberikan oleh pemerintah suatu negara kepada warga negara asing (WNA) dari negara tertentu untuk tujuan kunjungan singkat seperti wisata, bisnis, atau kunjungan sosial, yang bisa diajukan langsung saat tiba di bandara atau pelabuhan, atau secara daring (e-VoA), tanpa perlu mengajukan visa sebelumnya. VoA memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi WNA untuk masuk ke suatu negara dengan proses yang lebih cepat dan praktis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Gara2 MBG, semua lini dipalakin buat nutup biaya operasional yg dipangkas habis2an sama pak ndas … jangan2 dana haji jg sdh ludes dipake MBG …