KEBODOHAN PROPAGANDA WAHABI: “IRAN INGIN HANCURKAN KA’BAH”

KEBODOHAN PROPAGANDA WAHABI: “IRAN INGIN HANCURKAN KA’BAH”

Tuduhan Absurd Secara Logika

Propaganda Wahabi kembali meluncurkan narasi absurd, bahwa Iran ingin menghancurkan Ka’bah. Ini adalah tuduhan yang sudah berulang kali muncul setiap kali ketegangan antara Iran dan Saudi memanas.

Mari kita bedah dengan logika sederhana.

Pertanyaan pertama: Jika Iran benar-benar ingin menghancurkan Ka’bah, sudah berapa kali mereka punya kesempatan untuk melakukannya?

Iran kini memiliki rudal balistik dengan jangkauan hingga 2.000-4.000 kilometer. Drone-drone canggih mereka sudah terbukti mampu menembus sistem pertahanan udara Israel yang oleh banyak analis militer dianggap sebagai yang tercanggih di kawasan, bahkan jauh lebih canggih dari sistem pertahanan Saudi.

Jika niat untuk menghancurkan Ka’bah itu benar-benar ada, apa yang menahan Iran? Apakah karena takut pada kekuatan militer Saudi? Tentu tidak, karena Iran sudah beberapa kali menunjukkan keberaniannya menyerang target-target strategis di Arab Saudi, kilang minyak Abqaiq pada 2019 adalah contoh nyata.

Faktanya, Iran sudah punya kemampuan untuk menyerang jantung Saudi jika mereka mau. Tapi mereka tidak pernah melakukannya. Bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak punya niat. Ka’bah adalah kiblat umat Islam, termasuk Syiah. Ka’bah adalah simbol persatuan, bukan target kebencian.

Ini menunjukkan tuduhan “Iran ingin hancurkan Ka’bah” adalah kebohongan yang mudah dibongkar dengan fakta dan logika. Iran punya kemampuan, tapi tidak pernah melakukannya. Sebaliknya, siapa yang pernah menodai Ka’bah dengan darah dan kekerasan? Sejarah mencatat, peristiwa berdarah di sekitar Masjidil Haram justru dilakukan oleh kelompok yang mengaku sebagai “paling Islam”, seperti peristiwa 1979 yang dilakukan oleh kelompok Juhayman al-Otaybi, yang ideologinya tidak jauh berbeda dengan Wahabi.

Mengapa tuduhan “Iran ingin hancurkan Ka’bah” terus diulang-ulang oleh propaganda Wahabi?

Jawabannya sederhana: ini adalah senjata pemecah umat yang paling efektif. Tidak ada isu yang lebih emosional bagi Muslim selain Ka’bah. Menuduh seseorang atau kelompok ingin menghancurkan Ka’bah adalah cara paling ampuh untuk membuat Muslim awam membenci mereka tanpa perlu menyediakan bukti.

Ini adalah teknik hitam dalam propaganda: gunakan simbol paling suci untuk menyerang lawan. Dengan cara ini, lawan tidak perlu benar-benar bersalah; cukup dituduh, maka kebencian sudah terbentuk.

Perhatikan polanya: setiap kali Iran menunjukkan kekuatan militernya, seperti berhasil menembus pertahanan Israel, propaganda Wahabi tidak pernah bisa menanggapi dengan argumen substantif. Mereka tidak bisa membantah fakta bahwa Iran berhasil mencapai targetnya. Maka mereka melompat ke narasi ekstrem: “Iran akan menghancurkan Ka’bah!”

(Andra Febi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. tapi mereka juga gak akan nolak kan kalo ada kesempatan? spt dulu fattimiyah? wong suriah bumi syam aja mau kok mereka, sampe termehek2 tu diusir jolani hahahaha