JOKOWI, PEMBUNUH KELAS MENENGAH INDONESIA

JOKOWI, PEMBUNUH KELAS MENENGAH INDONESIA

10 tahun era Jokowi, sekitar 67,69 juta kelas menengah kita nyaris miskin. Pembunuhan massal terjadi di Periode Ke-2, di mana 9,48 juta orang dari kelas menengah bergeser ke kategori aspiring middle class yang rentan jatuh miskin.

Istilah “pembunuh kelas menengah” merujuk pada kebijakan ekonomi selama masa pemerintahan Jokowi yang menekan daya beli & kesejahteraan kelas ekonomi menengah:

1️⃣ Peningkatan tarif PPN serta inflasi pada sektor pangan & energi telah menggerus pendapatan riil.

2️⃣ Berbeda dengan kelas bawah (lumbung popularitas Jokowi) yang menerima bansos masif, kelas menengah gak mendapatkan subsidi serupa namun tetap harus menanggung biaya hidup yang meningkat.

3️⃣ Hancurnya industri bahan baku & pelemahan sektor properti akibat kurs rupiah menghancurkan lapangan kerja kelas menengah.

Memasuki 2026, risiko pelemahan konsumsi terus berlanjut. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 6% pada 2026, namun tantangan utamanya adalah memulihkan hancurnya daya beli kelas menengah yang diwariskan era Jokowi.

Padahal kelas menengah merupakan motor penggerak konsumsi domestik.

😡

EDD @eddesign_

Komentar