Jeritan Warga Gaza soal Dewan Perdamaian: Penderitaan Kami Hanya Bertambah

Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian belakangan ini menjadi sorotan internasional, termasuk di kalangan masyarakat Palestina.

BoP dibentuk sebagai badan internasional yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Tujuannya mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekontruksi Gaza pasca-konflik, sebagaimana dijelaskan dalam web resmi Presiden Republik Indonesia.

Namun di tengah peluncuran BoP, suara kritis datang dari warga Palestina yang merasakan langsung dampak ketegangan konflik.

Bagaimana komentar mereka yang berada di tanah Palestina?

Warga Palestina: Penderitaan kami hanya bertambah

Di balik tujuan internasional yang membersamai pembentukan BoP, ada pandangan berbeda dari sebagian masyarakat di Gaza.

Seorang ibu pengungsi di Gaza, Manal al-Qouqa menyampaikan bahwa “dewan perdamaian yang mereka bicarakan itu sebenarnya tidak ada”, sebagaimana dikutip dari Aljazeera, Kamis (22/1/2026).

Menurut Al-Qouqa, setiap ada pengumuman yang menyangkut nama rakyat Palestina, kondisi masyarakat sana malah lebih berat lagi.

“Setiap kali mereka mengumumkan sesuatu mengenai rakyat Palestina, penderitaan kami hanya bertambah,” ucap Al-Qouqa.

Dia mempertanyakan, bentuk ‘kedamaian’ apa yang dimaksud oleh badan internasional BoP.

Menurutnya, kondisi mereka masih jauh dari kata aman.

“Kedamaian macam apa yang mereka bicarakan, ketika di lapangan tidak ada kedamaian maupun keamanan? Kita sedang mengalami tragedi nyata,” tambahnya.

Setali tiga uang, pengungsi Palestina lainnya Suhail al-Hanawi juga melontarkan pendapat kritis atas hadirnya BoP.

Dia mengatakan bahwa Netanyahu (Perdana Menteri Israel) dan Trump, yang keduanya merupakan bagian dari dewan tersebut, “adalah dalang di balik perang di seluruh dunia”.

“Mengenai Dewan Perdamaian dan kami, para pengungsi di kamp, tidak ada hal nyata yang membuat kami merasa bahwa segala sesuatunya akan benar-benar diperbaiki atau penderitaan kami akan berkurang,” ucapnya.

[VIDEO LIPUTAN AL JAZEERA]

Komentar