
Dalam beberapa obrolan bapack-bapack di wilayah kami, beberapa diantara mereka meyakini dan merasakan bahwa akhir-akhir ini ada kecenderungan kerusakan jalan relatif lebih lambat diperbaiki jika dibandingkan zaman sebelumnya.
Mereka cerita tentang jalan ke wilayah kami yang rusak parah dan banyak mengakibatkan orang celaka. Saya sendiri pernah melihat langsung 2 kejadian ibu-ibu yang jatuh dari motornya akibat lubang-lubang di jalan itu. Ada pun saya, pernah sekali mengalami kecelakaan tunggal akibat lubang di jalan yang lain. Padahal daerah kami hanya selemparan batu dari Ibu Kota, eh ibu kota bukan ya? Ah intinya tak jauh dari Jakarta.
Salah satu diantara Bapak itu menjelaskan bahwa jalan-jalan yang rusak itu ada yang merupakan jalan desa, jalan kabupaten/kota, jalan provinsi, dan jalan nasional. Untuk jalan nasional, biasanya akan banyak dilakukan perbaikan saat-saat menjelang lebaran seperti sekarang, meski sampai sekarang belum terlihat.
Diantara mereka ada yang menduga fenomena ini terjadi akibat efisiensi anggaran demi membiayai pembentukan Danantara dan mungkin juga program MBG. Diantara mereka juga ada yang memberikan petuah, “Ya sudah, sabar saja kalau celaka!”
Bisa jadi fenomena ini hanya di tempat kami. Bagaimana dengan di tempat anda?
(Ibnu Zaini Atmasan)







I just like the helpful information you provide in your articles