‘Israel’ masih belum bisa memetakan jaringan terowongan Hamas di Gaza setelah 2 tahun perang

Laporan media Israel menunjukkan bahwa hampir dua setengah tahun setelah dimulainya agresi, tentara ‘Israel’ masih belum memiliki peta komprehensif jaringan terowongan yang luas di bawah Jalur Gaza.

Laporan mengkonfirmasi bahwa jaringan tersebut tetap aktif bahkan di area yang dikenal sebagai “Garis Kuning” (wilayah yang masih dikuasai Israel), hal ini menunjukkan bahwa ‘Israel’ belum mampu sepenuhnya mengendalikan atau menghancurkan apa yang disebut “kota bawah tanah” meskipun telah melakukan operasi militer intensif.

Kegagalan teknologi, ketergantungan pada keberuntungan

Sebuah laporan media Israel mengutip seorang perwira pasukan darat yang mengatakan bahwa tentara telah menggunakan bor sumur raksasa untuk menggali secara acak melalui puing-puing.

Upaya ini bertujuan untuk mengenai rongga yang mungkin mengarah ke lorong bawah tanah, tetapi metode improvisasi ini jarang menghasilkan hasil yang nyata, menyoroti kekurangan intelijen utama dalam menembus infrastruktur bawah tanah Hamas.

Keraguan internal dan kepercayaan yang terkikis

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan meningkatnya keraguan di jajaran tentara ‘Israel’ tentang apakah jaringan terowongan Hamas dapat sepenuhnya dibongkar.

Para prajurit dan komandan lapangan mengkonfirmasi bahwa sebagian besar terowongan di daerah yang berada di bawah kendali militer tetap utuh, dengan sebagian besar lainnya masih belum diketahui oleh pasukan Israel.

Temuan ini menggarisbawahi tantangan berkelanjutan yang dihadapi ‘Israel’ dalam menetralisir kemampuan bawah tanah Hamas meskipun telah bertahun-tahun melakukan kampanye militer yang terfokus.

Sumber: Royanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *