Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-27 Operasi True Promise 4, rangkaian serangan balasan yang terus berlanjut terhadap apa yang disebut sebagai agresi terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (7/3), IRGC menyebut tahap terbaru operasi tersebut melibatkan serangan terkoordinasi menggunakan drone dan rudal yang diarahkan ke berbagai target militer milik Amerika Serikat dan Israel.
Menurut pernyataan tersebut, operasi terbaru mencakup serangan balasan rudal terhadap sasaran militer Israel di wilayah utara wilayah pendudukan. IRGC menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal bahan bakar padat generasi baru yang dikembangkan oleh Divisi Dirgantara mereka.
“Dalam operasi strategis dan multidimensi ini, target militer Zionis di kota Haifa berhasil diserang menggunakan rudal Kheibar-Shekan berbahan bakar padat milik Divisi Dirgantara IRGC, yang dilengkapi kemampuan panduan hingga tahap akhir sebelum menghantam sasaran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Drone Serang Posisi Pasukan AS
IRGC juga melaporkan penggunaan sistem pesawat tanpa awak untuk menyerang lokasi yang menjadi tempat penempatan pasukan Amerika Serikat.
Menurut pernyataan itu, unit drone Iran berhasil menargetkan lokasi penempatan pasukan AS di kawasan “Marina”, dekat kompleks gedung perusahaan Warner Brothers.
Fasilitas Armada Kelima AS di Bahrain Diserang
Selain itu, IRGC menyebut pasukan angkatan lautnya juga melancarkan serangan terhadap fasilitas yang berkaitan dengan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.
“Angkatan Laut IRGC juga menyerang unit komando armada kapal tanpa awak milik Armada Kelima serta hanggar dukungan militer pasukan Amerika di Pelabuhan Salman,” kata pernyataan tersebut.
Iran Tuduh Israel Gunakan Pemukim sebagai “Perisai Manusia”
Dalam pernyataan yang sama, IRGC menuding Israel berupaya menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia untuk melindungi personel militernya.
“Pemantauan lapangan menunjukkan rezim Zionis berusaha menciptakan perisai manusia dengan menahan penduduk wilayah pendudukan di kawasan utara dan tengah guna melindungi pasukan militernya,” tulis IRGC.
Serangan-serangan tersebut juga disebut memicu aktivasi sirene darurat secara luas di wilayah Israel.
“Setelah serangan cerdas Iran, situasi di kawasan dan wilayah pendudukan berubah menjadi kondisi ‘sirene demi sirene’,” lanjut pernyataan itu.
Iran Siaga Hadapi Eskalasi Lanjutan
Di akhir pernyataannya, IRGC menegaskan bahwa unit-unit Angkatan Bersenjata Iran tetap bersiaga menghadapi kemungkinan perkembangan situasi berikutnya.
“Unit Angkatan Bersenjata Republik Islam telah bersiap menunggu langkah pasukan Amerika dengan presisi dan perencanaan matang,” kata pernyataan tersebut.
Operasi True Promise 4 dimulai segera setelah serangan militer yang disebut Iran sebagai agresi asing pada Sabtu pekan lalu. Sejak saat itu, IRGC mengklaim telah menargetkan berbagai fasilitas sensitif dan strategis Israel serta kepentingan Amerika di kawasan menggunakan ratusan rudal balistik dan drone serang.
Beberapa target yang disebut termasuk objek militer di Tel Aviv, al-Quds (Yerusalem), dan Be’er Sheva, serta kapal induk USS Abraham Lincoln dan sebuah kapal perusak Amerika di Samudra Hindia.






