Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa konflik yang sedang berlangsung berpotensi berlangsung lama. Iran juga mengklaim tengah menyiapkan generasi baru persenjataan strategis yang belum pernah digunakan di medan perang.
Juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naeini, mengatakan negaranya telah siap menghadapi perang berkepanjangan dengan tujuan memberikan hukuman kepada pihak yang dianggap sebagai agresor.
Menurutnya, gelombang serangan yang dilakukan Iran dalam operasi militer True Promise 4 sejauh ini baru menggunakan sebagian kecil dari kemampuan militer yang dimiliki Teheran.
“Iran masih memiliki inisiatif dan persenjataan baru yang akan digunakan. Teknologi ini belum dikerahkan secara luas,” ujar Naeini.
Ia juga memperingatkan bahwa pihak lawan harus bersiap menghadapi serangan yang lebih keras pada setiap gelombang operasi berikutnya.
“Musuh harus menunggu pukulan yang menyakitkan dalam setiap tahap operasi yang akan datang,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk setelah serangan rudal Khayber yang diluncurkan Iran ke wilayah Tel Aviv. Serangan tersebut disebut menunjukkan tingkat presisi yang tinggi.
Iran sebelumnya melancarkan serangkaian operasi militer sebagai respons terhadap serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan militer antara kedua pihak terus meningkat, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.






