Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah berhasil melaksanakan gelombang ke-47 dari Operasi True Promise 4, sebuah operasi balasan yang menargetkan sasaran Israel dan Amerika Serikat.
Menurut kantor hubungan masyarakat IRGC, tahap terbaru operasi tersebut dilakukan pada Jumat.
Di wilayah pendudukan Israel, IRGC melancarkan serangan ke sejumlah lokasi strategis di Gurun Negev, termasuk kawasan Nevatim yang menjadi lokasi salah satu pangkalan udara terbesar milik Israel. Serangan juga menyasar kota Be’er Sheva yang dikenal sebagai pusat teknologi rezim Israel, serta kota Lod.
Selain itu, IRGC menyatakan turut menyerang pangkalan udara Al-Udeid di Qatar, yang merupakan pangkalan militer terpenting Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.
IRGC juga menargetkan tempat persembunyian kelompok yang disebut sebagai kelompok teroris anti-Iran, Komala.
Dalam gelombang serangan ke-47 ini, IRGC menggunakan rudal berbahan bakar padat Kheibar Shekan serta rudal berbahan bakar cair Qadr.
Sebelumnya, IRGC juga mengumumkan pelaksanaan gelombang ke-46 operasi tersebut dengan menyerang sejumlah lokasi di wilayah pendudukan menggunakan rudal Khorramshahr, Kheibar Shekan, Emad, dan Qadr.
Dalam pernyataan sebelumnya, IRGC menyoroti dampak psikologis dari serangan tersebut terhadap masyarakat Israel. Mereka menyebut bahwa saat ini warga Israel hidup dalam situasi penuh ketegangan, dengan sirene peringatan yang terus berbunyi dan warga bergegas mencari perlindungan di bunker.
Operasi True Promise 4 diluncurkan tak lama setelah Israel dan Amerika Serikat memulai serangan yang disebut Iran sebagai agresi tanpa provokasi terhadap Republik Islam Iran pada akhir bulan lalu.
Sejauh ini, IRGC menyatakan telah menggunakan ratusan rudal balistik, rudal hipersonik, serta drone serang untuk menyerang target Israel dan Amerika dalam operasi balasan tersebut.
Lima Drone Musuh Ditembak Jatuh
Pada hari yang sama, IRGC juga melaporkan berhasil menembak jatuh lima drone yang disebut sebagai drone penyerang menggunakan sistem pertahanan udara canggih mereka.
Drone yang dihancurkan antara lain jenis Orbiter 4, Hermes, dan MQ-9 Reaper.
IRGC menyatakan bahwa sejak awal konflik, total 114 drone pengintai dan tempur telah berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran.
IRGC Kirim Peringatan ke Warga Israel
Sementara itu, warga Israel di berbagai wilayah dilaporkan menerima pesan peringatan dalam bahasa Ibrani yang dikirim oleh IRGC.
Pesan tersebut berbunyi:
“Dengan izin Tuhan, kami akan membawa kepada kalian hari-hari kegelapan, di mana kalian akan berharap kematian datang, namun tidak akan menemukannya.”






