Iran Tuduh AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang dengan Senjata Otonom Pemusnah

Perwakilan tetap Iran untuk organisasi-organisasi internasional di Jenewa, Ali Bahraini, mengecam keras penggunaan sistem senjata otonom oleh Amerika Serikat dan Israel dalam serangan terhadap warga sipil Iran. Ia menyebut penggunaan teknologi tersebut sebagai “kejahatan perang” dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Pernyataan itu disampaikan Bahraini saat berbicara dalam forum Group of Governmental Experts (GGE) on Lethal Autonomous Weapon Systems (LAWS) di Jenewa, Rabu (4/3/2026). Dalam forum tersebut, ia menyoroti penggunaan drone tempur seperti MQ-9 Reaper dan LUCAS yang disebut digunakan dalam serangan terhadap target non-militer.

Menurutnya, pemanfaatan sistem senjata otonom terhadap individu tak bersenjata dan infrastruktur sipil merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.

Bahraini juga menyinggung serangan yang disebut menewaskan 160 siswi sekolah di Kota Minab, Iran selatan. Ia menyebut insiden itu sebagai contoh tragis dampak penggunaan teknologi militer canggih tanpa kendali dan pertanggungjawaban hukum yang jelas.

Dalam pidatonya, diplomat senior Iran tersebut mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam. Ia meminta Sekretaris Jenderal PBB serta Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas guna menghentikan serangan terhadap warga sipil dan memulihkan stabilitas global.

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu lalu, di tengah berlangsungnya negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran yang disebut bersifat damai.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika di Asia Barat serta lokasi strategis di wilayah yang dikuasai Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *