Iran Tuduh AS Incar Minyaknya untuk Kuasai Energi Dunia

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat berupaya merebut cadangan minyak negaranya sebagai bagian dari strategi untuk menguasai pasokan energi global. Tuduhan itu disampaikan ketika serangan militer yang melibatkan koalisi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari ke-11.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan perebutan minyak Iran merupakan tujuan utama perang yang kini berlangsung. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun media sosial X pada Selasa, 10 Maret 2026.

Baghaei merujuk pada artikel yang diterbitkan oleh Fox News yang menyebut Iran sebagai “bagian terakhir dari teka-teki” dalam strategi Washington untuk mengendalikan pasokan energi dunia. Artikel itu juga didukung oleh juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Tulisan tersebut menyebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah membuka peluang luas bagi industri minyak dan gas Amerika. Disebutkan pula bahwa Washington kini mengendalikan pembangunan kembali sektor energi Venezuela setelah operasi militer yang menargetkan Presiden negara itu, Nicolás Maduro.

Menurut artikel tersebut, Amerika Serikat juga memiliki pengaruh besar terhadap sekutu Arabnya yang kaya energi di kawasan Teluk Persia. Jika Iran dapat dimasukkan ke dalam lingkar pengaruh itu, maka strategi dominasi energi global dinilai akan lengkap.

Baghaei menilai langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya menekan China. Jika akses Beijing terhadap minyak murah dari Iran dan Venezuela dihentikan, China akan terpaksa membeli minyak dan gas dengan harga pasar—termasuk dari Amerika Serikat. Pasokan energi murah dari Rusia saja, menurut artikel itu, tidak cukup memenuhi kebutuhan energi China.

“Seperti yang telah kami tegaskan sebelumnya, Iran tidak hanya mempertahankan diri dari perang agresi ini,” kata Baghaei. “Kami juga membela prinsip kedaulatan, hak menentukan nasib sendiri, serta kepentingan masyarakat global.”

Di tengah konflik yang terus meningkat, Iran telah melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan. Serangan tersebut dilaporkan memengaruhi produksi serta jalur distribusi minyak dan gas di Timur Tengah.

Teheran juga memperingatkan bahwa harga minyak dunia bisa melonjak ke tingkat tertinggi dalam sejarah jika perang terus meluas.

Baghaei menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut Iran. Menurut dia, strategi penguasaan sumber energi yang dituduhkan kepada Washington dapat berdampak luas terhadap kedaulatan negara, tatanan internasional, dan akses yang adil terhadap sumber daya energi dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *