IRAN TERKENDALI, AS-ISRAEL GIGIT JARI

✍🏻Tengku Zulkifli Usman

Pemerintah Iran saat ini telah kembali “menstabilkan” kondisi pasca demo besar-besaran yang berlangsung 3 pekan.

Massa demonstran di Iran saat ini mayoritas adalah massa pendukung pemerintah republik Islam, yang dilakukan diberbagai kota kota di Iran.

Lebih dari 500 orang tewas di Iran selama demonstrasi, walaupun situasi saat ini ini belum 100% pulih, tapi pemerintah Iran sudah “Regain Control” terhadap situasi.

Iran pada dasarnya tidak menolak adanya demonstrasi, Iran bersedia menerima aspirasi rakyat yang telah berlangsung sejak 27 Desember akhir tahun lalu.

Tapi sejak tanggal 7 Januari 2026, demonstrasi yang awalnya adalah damai, kemudian ditunggangi oleh agen agen asing. Disusupi oleh penyusup yang dikendalikan dari luar. Terutama dari Israel dan AS.

Pemerintah Iran juga tidak mematikan internet di masa demonstrasi damai, internet baru diputus di Iran, sejak demonstrasi telah berubah menjadi aksi terorisme dari pihak pihak penyusup.

Setelah mematikan internet, Elon Musk menyediakan internet Starlink atas permintaan AS kepada demonstran. Tujuannya agar demo semakin besar dan kerusuhan semakin meluas.

Tapi dengan kemampuan teknologi Iran, Iran berhasil memblokir internet Starlink yang diklaim sebagai internet teraman di dunia dari aksi banned pemerintah. Internet Starlink jelas tujuannya ingin mengacaukan keadaan. Dan Iran berhasil menghancurkan jaringan nya.

Mentri Luar Negeri Iran DR Abbas Araghchi mengatakan, bahwa demonstrasi damai adalah hak warga Iran dan akan terus dicarikan solusinya oleh pemerintah, ditengah tekanan embargo dan boikot internasional. Terutama persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Iran. Begitu juga pernyataan Presiden Iran Massoud Phazeskian.

Trump mengatakan bahwa Iran meminta negosiasi dengan AS, ini adalah kabar bohong, Trump menyampaikan ini karena melihat pemerintah Iran kemungkinan akan berhasil memadamkan protes dan menghentikan aksi demonstrasi. AS memperlunak retorika terhadap Iran dengan alasan Iran siap berdialog. Ini adalah klaim sepihak Trump.

Menlu Iran tadi malam mengatakan, memang ada permintaan dialog dari AS lewat utusan khusus Steve Witkoff kepada Iran, tapi Iran sedang mempelajari ajakan ini dan belum merespon.

Menurut Menlu Iran, beberapa usulan Steve Witkoff kepada Iran masih mengandung sikap arogansi AS terhadap Iran, maka Iran kemungkinan belum mau berdialog dengan AS.

Syarat Iran mau berdialog dengan AS adalah duduk sama rendah berdiri sama tinggi, Iran tidak akan menerima dialog dibawah tekanan apapun dan pemaksaan apapun dari AS. Itu selalu menjadi garis merah Iran. Dialog terbuka, tapi bukan dialog yang berat sebelah. Itu adalah sikap resmi Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Menlu juga mengatakan bahwa, Iran selalu siap berdialog secara fair, dan diwaktu yang sama selalu siap perang. Iran tidak peduli apa kata Trump atau apa opsi yang mau dia ambil terhadap Iran. Iran selalu siap dengan semua skenario AS. Mau damai atau perang. Dua duanya siap.

Kalau kita lihat kemampuan Iran menangani keadaan saat ini, yang mayoritas telah stabil dan demonstrasi anti pemerintah sekarang digantikan dengan demonstrasi pro pemerintah. Ini adalah titik krusial bagi Iran jika nanti benar benar stabil kembali.

AS dan Israel kembali kehilangan momentum untuk menggulingkan pemerintahan Iran yang mereka sudah menunggu momen tersebut selama puluhan tahun. Demo besar di Iran sebelum ini juga pernah terjadi di 2009, 2019, 2021, dan 2023.

Tapi secara kualitas demonstrasi dan momentum geopoltik, demo besar-besaran kali ini adalah salah satu yang paling berbahaya dalam sejarah Iran sejak revolusi Iran 1979. Itulah kenapa AS dan Israel ngebut ingin segera menggulingkan pemerintahan Iran.

Kemampuan Iran menghalau masalah sebesar itu di dalam negeri, tidak lepas dari pengalaman mereka puluhan tahun dibawah tekanan AS dan dunia terhadap Iran yang dikomandoi AS dan Israel.

Faktor lain adalah soliditas bangsa Iran yang tidak mau negara mereka menjadi Medan tempur bagi adidaya. Rakyat Iran dibawah pemerintahan Republik Islam adalah anti penjajah dan anti imperialisme di level berbeda.

Faktor utamanya keberhasilan Iran Ragain Control terhadap situasi sekarang adalah soliditas angkatan bersenjata Iran yang berdiri kokoh di belakang Ali Khamenei. Baik tentara reguler, polisi, garda revolusi IRGC, Basij, dll. Semua satu komando dan satu barisan.

Ketangguhan Iran akan diuji sekarang bukan oleh intervensi asing, tapi Iran akan diuji dengan reformasi dari dalam oleh pemerintahan Iran saat ini.

Jika pemerintahan Iran berhasil melakukan reformasi ekonomi, politik, keamanan, pertahanan dll yang membawa Iran lebih sejahtera. Maka celah untuk musuh akan semakin kecil untuk ikut campur, dan daya survival Republik Iran akan semakin kokoh.

Masa depan Iran ada pada reformasi internal pemerintah Iran dan kemampuan survive ditengah tekanan global, dan selama puluhan tahun ini sudah terbukti resilient dan terbukti kuat. Karena hampir mustahil menggulingkan pemerintahan Iran lewat jalur luar dan jalur intervensi asing.

Jika kita melihat retorika Trump yang cenderung lebih memilih dialog, itu bukan karena Trump dan AS berubah. Tapi karena Iran tangguh dan kuat.

Trump “The Pedophile President” dan Netanyahu “The War Crime with ICC global arrest warrants” akan terus berupaya mendongkel pemerintah Iran kapan saja ada celah sekecil apapun kesempatan yang ada.

Komentar