

Salah satu alasan mengapa Iran bisa bertahan di tengah sanksi ekonomi adalah karena mereka bangsa yg menitikberatkan pada pendidikan.
Iran punya SAMPAD (Organisasi Nasional untuk Pengembangan Bakat Luar Biasa), anak-anak berbakat dari jenjang SMP disaring secara nasional, terus dikumpulin di satu sekolah khusus untuk ditempa ikut olimpiade sana-sini dan jadi ilmuwan masa depan.
Di jenjang SMA-nya, mereka bersaing ketat di ujian Konkur untuk bisa masuk perguruan tinggi terbaik yang sangat menitikberatkan pada bidang IPA (matematika, fisika, kimia, engineering, dst).
Ditambah, universitas-universitas di Iran punya tradisi ilmiah yang bersambung ke zaman Persia klasik, sejarah intelektualitas mereka nyambung ke ilmuwan besar klasik seperti Ibnu Sina, Al-Biruni, Omar Khayyam. Makanya gak heran, IQ orang Iran bersaing dengan negara-negara maju seperti Singapura, Jepang, dan Korea.
Di tengah sanksi negara Barat, ilmuwan dan orang-orang terdidik Iran putar otak untuk kembangin segala sesuatunya secara mandiri, mulai dari drone, rudal, bioteknologi, teknologi medis, dsb.
(Mas Gres)







harusnya indonesia bisa mencontoh iran dalam hal mencintai ilmu