Iran Sindir Trump: 500 Tentara AS Tewas, Masih Utamakan Kepentingan Israel?

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, melontarkan sindiran keras kepada Presiden AS Donald Trump terkait keterlibatan Washington dalam perang melawan Teheran.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun media sosialnya pada Rabu (4/3/2026), Larijani mengklaim sekitar 500 tentara Amerika tewas sejak AS ikut terlibat dalam konflik bersama Israel pada 28 Februari lalu. Angka tersebut, menurutnya, menjadi pukulan telak bagi slogan “America First” yang selama ini dikampanyekan Trump.

“Trump, karena mengikuti langkah provokatif Netanyahu, telah menyeret rakyat Amerika ke dalam perang yang tidak adil,” tulis Larijani. Ia kemudian mempertanyakan konsistensi kebijakan Trump: apakah yang diutamakan benar-benar kepentingan Amerika, atau justru Israel?

Pernyataan itu muncul setelah serangan udara gabungan AS dan Israel yang, menurut otoritas Iran, menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Teheran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi terbuka yang akan dibalas dengan konsekuensi berat.

Sejak akhir pekan lalu, Iran meluncurkan serangkaian serangan balasan berupa rudal dan drone ke wilayah yang dikuasai Israel serta sejumlah aset militer Amerika di kawasan Asia Barat. Pemerintah Iran mengklaim serangan itu menyebabkan kerusakan signifikan.

Larijani menegaskan operasi militer Iran belum akan berhenti. Ia menyebut kematian Khamenei akan “menuntut harga mahal” dari pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *