✍🏻Shanaka Anslem Perera (Analis Geopolitik)
Iran menyerang pangkalan-pangkalan AS di Irak. Menyerang pangkalan-pangkalan di Kuwait. Menyerang pangkalan-pangkalan di Qatar. Menyerang pangkalan-pangkalan di Bahrain. Menyerang pangkalan-pangkalan di Uni Emirat Arab. Menyerang pangkalan-pangkalan di Yordania. Menyerang pangkalan-pangkalan di Arab Saudi. Menyerang pelabuhan Duqm di Oman. Menyerang pangkalan RAF Akrotiri milik Inggris di Siprus. Menembakkan rudal ke Israel.
Tapi tidak menyentuh Turki.
Pangkalan Udara Incirlik, salah satu platform terdepan Amerika yang paling penting di Timur Tengah, terletak di Turki selatan. Pangkalan Kürecik menampung radar NATO yang mengirimkan informasi intelijen ke Israel. Pesawat AWACS NATO dari pangkalan Konya mengubah rute dari Rusia ke Iran beberapa hari sebelum serangan, menurut Bloomberg. Turki menampung sejumlah pasukan AS yang tidak disebutkan jumlahnya di berbagai instalasi sensitif.
Iran tidak menyerang satu pun dari mereka. Mengapa?

Penjelasan standar adalah: Turki anggota NATO. Pasal 5 pertahanan kolektif. Menyerang Turki berarti perang dengan 32 negara. Al-Monitor mengutip Arif Keskin dari Universitas Ankara: langkah militer langsung terhadap Turki dapat mendorong konflik melampaui batas yang dapat dikelola.
Penjelasan itu benar tetapi tidak lengkap.
Reuters melaporkan pada Januari 2026 bahwa Badan Intelijen Nasional Turki, MIT, memperingatkan Garda Revolusi Iran (IRGC) tentang pejuang Kurdi yang berupaya menyeberang dari Irak ke wilayah Iran. Itu berarti anggota NATO (Turki) memberikan informasi intelijen operasional yang sensitif kepada IRGC selama periode ketika Amerika Serikat dan Israel sedang bersiap untuk menyerang Iran.
Pada Januari 2026, Erdogan mengucapkan selamat kepada Presiden Iran Pezeshkian atas penanganannya terhadap protes Desember (demo rusuh warga Iran yang didalangi AS-Israel), menggemakan narasi Teheran bahwa demonstrasi tersebut adalah plot teroris yang didukung asing dan terkait dengan Israel. Yayasan Pertahanan Demokrasi mendokumentasikan hal ini.
Ketika serangan AS-Israel terhadap Iran terjadi pada 28 Februari, Erdogan mengutuk serangan AS dan Israel sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, menyatakan kesedihan mendalam atas kematian Khamenei, dan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Iran. Ia menolak akses pasukan AS ke wilayah udara, darat, dan laut Turki untuk operasi melawan Iran.
Kemudian Turki menangkap tiga jurnalis atas tuduhan pelanggaran keamanan nasional terkait rekaman yang diambil di dekat Incirlik.
Media Israel Hayom menerbitkan penilaian yang paling langsung: Turki tidak netral. Turki justru membantu Iran. Beroperasi dari dalam sistem keamanan Barat (NATO), Ankara berfungsi sebagai pendukung strategis bagi Teheran. Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi kepada entitas yang berbasis di Turki yang terkait dengan penghindaran sanksi Iran, Garda Revolusi, dan program drone serta rudal Iran.
Mekanisme yang lebih dalam adalah kekhawatiran struktural. Turki berbagi perbatasan sepanjang 534 kilometer dengan Iran. Lima belas juta warga Kurdi tinggal di Iran. Jika Republik Islam Iran runtuh, Turki menghadapi krisis pengungsi yang jauh lebih besar daripada Suriah, pembentukan negara Kurdi di sepanjang perbatasan tenggara, dan hilangnya kontrak gas yang berakhir pada pertengahan tahun 2026. Erdogan membutuhkan rezim Iran untuk bertahan hidup.
Jadi Iran melewatkan Turki (tidak diserang) dan Turki mengutuk perang tersebut sambil menampung infrastruktur pengawasan yang memungkinkan terjadinya perang itu.
Bagi Washington, Turki adalah sekutu NATO yang sangat diperlukan. Bagi Eropa, Turki menjadi penyangga (buffer/pencegah) arus migrasi. Bagi Rusia, koridor energi. Bagi China, jangkar barat Koridor Tengah. Bagi Teheran, sekutu yang tenang yang tidak akan pernah membiarkan rezim itu jatuh.
Pemain paling berbahaya dalam perang ini bukanlah mereka yang menembakkan rudal. Melainkan mereka yang membuat diri mereka ‘tak tersentuh’ oleh siapa pun secara bersamaan.
(Sumber: X)







Sy sih berharap rudal Iran bisa mencapai hambalang, biar pak ndas sadar bhw mjd jongos AS itu ada harganya … Iran itu negara sahabat jg, Khamenei itu sama2 presiden negara Islam, tp tdk ada satupun ucapan belasungkawa kpd Iran dr pak ndas …