Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kembali meningkatkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel dengan meluncurkan gelombang ke-20 Operasi “True Promise 4” pada Kamis malam.
Menurut pernyataan resmi IRGC, operasi terbaru ini dilakukan sebagai balasan langsung atas serangan Angkatan Laut AS yang menenggelamkan kapal perang Iran, Frigate Dena, di Samudra Hindia. Kapal tersebut dilaporkan membawa lebih dari 130 pelaut saat diserang torpedo oleh kapal selam Amerika di perairan internasional.
IRGC menyatakan gelombang serangan terbaru ini juga didedikasikan untuk mengenang para perwira dan pelaut yang gugur dalam insiden tersebut.
Dalam operasi tersebut, Iran menargetkan sejumlah fasilitas militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Asia Barat dan kawasan Teluk Persia.
Konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat–Israel sendiri terus memanas sejak akhir pekan lalu, setelah kedua negara melancarkan serangan militer terhadap berbagai target di Iran. Teheran menyebut serangan itu sebagai agresi tanpa provokasi yang menargetkan sejumlah fasilitas sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit.
Sebagai respons, Iran meluncurkan operasi balasan berskala besar bertajuk “True Promise 4”, yang melibatkan serangan rudal balistik dan drone ke berbagai target militer milik Amerika dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Gelombang ke-20 yang diluncurkan Kamis malam menunjukkan bahwa eskalasi konflik masih jauh dari mereda. Iran menegaskan serangan balasan akan terus berlanjut selama operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya belum dihentikan.





