Iran kok secerdas dan seberani ini ya…

Menyerang Petrodollar

Ketua Dewan Informasi Pemerintah Iran, Elias Hazrati, secara resmi menyatakan di radio dan televisi negara bahwa Iran siap mengundang negara-negara Eropa serta Asia dan Arab untuk menandatangani perjanjian khusus mengenai penggunaan Selat Hormuz. Bagaimana dengan AS? Kata Iran, “Lu tuh ga diajak.”

Kedengarannya kayak langkah diplomasi biasa. Tapi aslinya nggak gitu. Kalo dipikir-pikir, kemungkinannya seperti ini.

Selat Hormuz itu jalur buat 20% konsumsi minyak DUNIA.Tagihan energi Eropa melonjak $16,2 MILIAR cuma dalam 30 hari perang. Gas alam di Eropa naik 100%. Minyak naik 60%. Diesel tembus $200 per barel. Cadangan Dolar dunia udah anjlok dari 70% ke 56,9% dalam 25 tahun terakhir.

Iran gabung BRICS tahun 2024. Rusia blokir transaksi dolar. Emas nyentuh $5.500 per ons.

Kalau Eropa ambil tawaran ini, mereka bakal bayar pakai Euro atau Yuan, bukan Dolar. Satu aja kesepakatan minyak besar tanpa dolar, itu udah cukup buat buktiin ke dunia kalau beli minyak itu bisa dilakukan tanpa dollar.

Petrodolar itu sistem keuangan yang maksa setiap negara di bumi buat nyimpen dolar cuma buat beli minyak. Itulah dasar utama dominasi keuangan AS. Bukan karena kuat. Bukan karena dipercaya. Tapi karena minyak.

Kalau sistem itu retak, BRICS makin kuat, negara-negara Teluk bakal mikir ulang, permintaan dolar bakal berkurang banyak, dan Amerika nggak bakal bisa lagi bayar utangnya yang $34 triliun dengan bunga murah. AS nggak cuma berisiko kalah di satu pertempuran, tapi juga berpotensi kalah di perang finansial

Eropa yang mulai kekurangan energi dan minyak tentu serius mikirin tawaran itu.

Dan semua negara yang ngamati perkembangan ini (BRICS, negara berkembang, negara Teluk) akan mikir, “Kalau Eropa nanti bisa bypass dolar, kita juga bisa dong.”

Permintaan dolar bisa anjlok. Dan akibatnya Inflasi di AS bisa meroket.

Iran sekarang merupakan anggota resmi BRICS+, kelompok yang secara aktif mendiskusikan de-dolarisasi. Kesepakatan Hormuz bisa menjadi pintu masuk bagi penggunaan infrastruktur finansial baru, seperti Project mBridge atau sistem blockchain BRICS yang sedang dikembangkan. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada sistem SWIFT yang dikuasai Barat/AS.

Jika Eropa menerima tawaran Iran, itu akan menjadi “retakan besar” pertama pada tembok petrodolar. AS tidak lagi memiliki kendali penuh atas bagaimana energi global dihargai dan dibayar. Ini bisa mempercepat transisi menuju sistem keuangan multipolar, di mana dolar AS harus bersaing dengan mata uang lain dalam pasar energi yang paling vital di dunia.

Ini serangan langsung ke petrodolar, sistem yang selama ini jadi penopang sikap kemlinthinya Amerika.

(Triwibowo Budi Santoso)

Source: Deutsche Bank, Caliber Az / TASS, LiveMint, Reuters, Bloomberg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Indonesia? Elo itu cuma cacing cau, jongos tukang bawa map si kakek cabul trump … lah kakeknya sj nggak diajak apalagi jongosnya … elo pikirin sendiri deh bgm lokos dr lubang #Indonesia_Gelap_Lenyap_2030 … solusinya bukan dg MBG ya!

  2. pembayaran bukan dgn dollar awal diprakasai oleh saddam dan qadhafi juga pembentukan opec. itu sebab negara otu slalu dicap teroris dan dserang (mrk byk kurang). dan inilah yg dijadikan pelajaran olh iran