Iran Kecam Serangan AS-Israel ke RS Gandhi Teheran: “Kejahatan Perang yang Terang-Terangan”

Pemerintah Iran mengecam keras serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Rumah Sakit Gandhi di Teheran. Serangan itu terjadi tak lama setelah pemboman sekolah dan insiden di Minab yang menewaskan lebih dari 160 siswi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan kecaman tersebut melalui akun X miliknya pada Selasa (3/3/2026). Ia menilai serangan itu menunjukkan kontradiksi dengan klaim AS dan Israel yang selama ini menyebut memiliki persenjataan paling canggih serta sistem penargetan presisi tinggi.

Menurut Baghaei, serangan yang secara sengaja menyasar infrastruktur sipil seperti fasilitas kesehatan, sekolah, dan lembaga media, dengan tujuan melumpuhkan kehidupan masyarakat, merupakan pelanggaran serius hukum internasional.

“Penargetan dan penghancuran infrastruktur sipil, fasilitas medis, sekolah, dan institusi media oleh Amerika Serikat dan Israel adalah kejahatan perang yang terang-terangan serta kejahatan terhadap kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa tidak ada negara yang bertanggung jawab yang bisa tinggal diam melihat tindakan semacam itu.

Pada Minggu sebelumnya, serangan udara AS-Israel dilaporkan menghantam sejumlah bagian Rumah Sakit Gandhi, termasuk ruang perawatan bayi (neonatal) serta dua gedung bertingkat di sekitarnya.

Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu. Dalam pernyataan resmi Iran, serangan tersebut disebut sebagai agresi tanpa provokasi yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam, Seyyed Ali Khamenei, serta sejumlah komandan tinggi militer.

Sebagai respons, Islamic Revolution Guards Corps (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran melancarkan serangan balasan ke target-target Amerika dan Israel di berbagai titik kawasan melalui operasi rudal dan drone yang masih berlangsung hingga kini.

Situasi di kawasan pun terus memanas, sementara kecaman dan reaksi internasional mulai bermunculan atas eskalasi konflik yang semakin meluas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *