Iran membantah tegas tuduhan bahwa pihaknya terlibat dalam serangan militer terhadap wilayah Kesultanan Oman, menyusul laporan adanya serangan pesawat tak berawak di pelabuhan Duqm dan Salalah pada Selasa (3/3/2026).
Melalui pernyataan resmi yang dirilis Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Teheran menolak segala bentuk keterlibatan dalam aksi agresi terhadap Oman yang disebut sebagai “sahabat dan tetangga.” Bantahan ini muncul di tengah laporan meningkatnya serangan udara misterius yang menyasar infrastruktur energi di kawasan.
Menurut laporan Kantor Berita Oman, sebuah tangki bahan bakar di pelabuhan komersial Duqm terkena serangan beberapa drone. Otoritas setempat memastikan situasi berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa. Namun, insiden tersebut menjadi kejadian kedua dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, dua drone juga menyerang fasilitas yang sama pada Minggu, menyebabkan satu pekerja terluka.
Di wilayah utara Oman, pemerintah melaporkan dua drone berhasil dicegat di atas Kegubernuran Dhofar, sementara satu drone lainnya jatuh di dekat pelabuhan Salalah.
Menanggapi situasi ini, Teheran memperingatkan kemungkinan adanya operasi “bendera palsu” yang dituding dilakukan Amerika Serikat dan Israel untuk memperluas konflik. Iran menilai, Israel berupaya menyeret negara-negara lain di kawasan ke dalam perang yang saat ini melibatkan Teheran, Washington, dan Tel Aviv.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya—komando militer gabungan utama Iran—menyebut serangan terhadap negara-negara Muslim sebagai tindakan putus asa yang bertujuan mencoreng citra Iran.
“Para agresor Zionis dan Amerika berusaha menyerang kepentingan negara-negara Muslim di kawasan ini untuk kemudian menyalahkan Republik Islam Iran,” demikian isi pernyataan tersebut.
Iran menegaskan bahwa seluruh operasi militernya dilakukan secara terukur dan hanya menargetkan aset militer serta keamanan milik Israel dan Amerika Serikat. Teheran juga menyatakan tidak memiliki permusuhan terhadap negara-negara Muslim di kawasan dan tetap berkomitmen menjaga stabilitas regional.
Di tengah eskalasi ini, beberapa negara Teluk dilaporkan terdampak. Qatar menghentikan sementara produksi gas alam cair (LNG), yang menyumbang sekitar 20 persen pasokan global. Arab Saudi juga menangguhkan operasional di kilang domestik terbesarnya. Sementara itu, pemerintah Abu Dhabi mengonfirmasi kebakaran di terminal tangki bahan bakar Musaffah akibat serangan drone, meski operasional disebut tetap berjalan.
Iran kembali menegaskan bahwa setiap serangan balasan yang dilakukan hanya ditujukan kepada kepentingan militer Amerika Serikat dan Israel, bukan terhadap negara-negara tetangga.






