Iran memperingatkan bahwa seluruh kedutaan Israel di berbagai negara akan dianggap sebagai target sah apabila misi diplomatik atau perwakilan Iran di Lebanon diserang.
Peringatan itu disampaikan oleh Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, menyusul ultimatum dari Israel yang menuntut agar perwakilan Iran meninggalkan Lebanon dalam waktu 24 jam.
Dalam pernyataannya, Shekarchi menanggapi ancaman terhadap Kedutaan Besar Iran di Lebanon. Ia menegaskan bahwa selama ini Iran menahan diri untuk tidak menargetkan kedutaan Israel di luar negeri. “Hingga saat ini, sebagai bentuk penghormatan kepada negara-negara di dunia, meskipun kami memiliki kemampuan, kami tidak mengambil tindakan terhadap kedutaan Israel di seluruh dunia,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan berubah total jika Israel menyerang wilayah diplomatik Iran. “Jika Israel melakukan kejahatan seperti itu, kami terpaksa memperlakukan setiap kedutaan mereka di seluruh dunia sebagai target yang sah,” katanya, seraya menambahkan bahwa Iran bertekad “melumpuhkan Israel dan Amerika Serikat.”
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan udara besar-besaran yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu lalu. Serangan tersebut diklaim telah menewaskan lebih dari 1.000 orang serta merusak infrastruktur sipil.
Di saat yang sama, intensitas serangan udara Israel di Lebanon juga dilaporkan meningkat. Dalam 48 jam terakhir, sedikitnya 50 orang tewas dan 350 lainnya terluka akibat serangan tersebut.
Kelompok Hizbullah di Lebanon turut melancarkan gelombang serangan terhadap situs militer Israel, dengan menyatakan aksi itu sebagai bentuk pembelaan terhadap Lebanon dan respons atas eskalasi terbaru.
Situasi ini memperlihatkan risiko meluasnya konflik ke tingkat yang lebih global, terutama jika ancaman terhadap fasilitas diplomatik benar-benar terwujud. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait peringatan terbaru dari Teheran tersebut.






