INNALILLAHI… diduga kelelahan cari pelanggan, driver ojol wafat di atas motor

Seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Asep ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertunduk di atas sepeda motornya di depan ruko Palm Spring, Batam Kota, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat ditemukan, korban masih mengenakan jaket Gojek dan berada di atas Honda Beat Street yang terparkir.

Saksi menyebutkan sebelumnya korban terlihat dalam kondisi normal. Namun beberapa jam kemudian, ia ditemukan sudah tidak bernyawa. Hasil pemeriksaan awal tim Inafis Polresta Barelang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kelelahan atau penyakit, namun penyebab pasti masih menunggu hasil medis resmi.

Sumber: batamnews

[VIDEO]

***

Amirul Mukminin Umar bin Khatthab RA pernah berkata:

(لو عثرت بغلة في العراق لسألني الله عنها: لِمَ لَمْ تمهد لها الطريق يا عمر؟)

“Seandainya seekor bagal di Irak tersandung jatuh, niscaya Allah akan menanyakan hal itu kepadaku: ‘Mengapa engkau tidak meratakan jalan untuknya, wahai Umar?’.”

Ini cuma tentang seekor binatang, yaitu binatang bagal yang sebagai alat transportasi, ia adalah binatang kelas bawah, jauh di bawah kuda dan unta. Sebagai komoditas, dagingnya juga tidak dimakan seperti kambing dan sapi. Bagal itu hewan hasil perkawinan silang antara keledai jantan dan kuda betina, dan ia adalah binatang yg mandul.

Tapi meskipun ia binatang kelas rendah, seandainya ia berjalan, lalu tergelincir karena jalan yang tidak rata dan tidak diurusi pemimpin, maka Umar khawatir masalah tersebut akan menjadi tanggungjawab yang dipertanyakan di hari akhir.

Jadi…

  • seekor binatang kelas rendah,
  • tak sengaja tergelincir dan terluka,
  • di sebuah tempat yang jauh (Irak) dari pantauan ibu kota (Madinah).

Hal itu sudah cukup menjadikan Umar bin Khattab sebagai Khalifah dan pimpinan tertinggi, untuk merasa takut, cemas, dan tidak tenang, karena hal tersebut adalah kesalahan dirinya yang akan dimintai tanggung jawab di hari akhir kelak.

Bagaimana seandainya, jika Umar bin Khattab:

  • tidak mempermudah jalan pekerjaan rakyatnya, sehingga mereka hidup miskin dan menderita;
  • tidak melancarkan birokrasi kesehatan bagi rakyatnya, sehingga mereka mati karena tidak bisa berobat;
  • tidak mempermudah jalannya lapangan kerja bagi rakyatnya, sehingga mereka tidak dapat mencari nafkah secara terhormat, tidak dapat hidup dengan mulia, lalu mereka mati dengan meninggalkan kesumat atas dunia?

Adakah…

Sekali lagi, adakah.. sedikit saja nurani yg masih tersisa dalam hati para penguasa itu?

(Ustadz Yusuf Al-Amien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. This is really interesting, You’re a very skilled blogger. I’ve joined your feed and look forward to seeking more of your magnificent post. Also, I’ve shared your site in my social networks!