Siswa MIN 2 Ketahun Bengkulu Utara Meninggal Dunia Diduga Akibat Keracunan Makanan MBG
Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara yang diduga Keracunan Paket MBG dari Dapur SPPG Giri Kencana, meninggal dunia pada Sabtu malam, 28 Februari 2026.
Kabar duka menyelimuti Kecamatan Ketahun, M Fatih, 8 tahun siswa MIN 2 Ketahun yang sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit dan dikaitkan dengan dugaan keracunan usai menyantap burger MBG, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu 28 Februari 2026 malam.
Fatih mengembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara Bengkulu, setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Lagita dalam kondisi tak sadarkan diri.

Informasi terhimpun bahwa sebelum dilarikan ke RS Lagita, Fatih sempat mengkonsumsi burger yang merupakan paket MBG dari SPPG Giri Kencana.
Andi, orang yang disebut-sebut sebagai perwakilan pemilik dapur SPPG Giri Kencana kepada awak media mengatakan, “Burger yang dijadikan menu MBG itu di suplay dari Kakak kandung beliau yang berdomisili di unit 1.”
Unit 1 merupakan Wilayah Penempatan Transmigrasi yang sekarang lebih dikenal dengan nama Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu Utara.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H saat dikonfirmasi membenarkan kabar duka tersebut.
“Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya ananda. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pastinya, sedang menunggu jam kerja untuk hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” tegas Kapolres, Minggu (1/3/2026).
Sebelumnya, pihak kepolisian menyebutkan bahwa dari banyaknya siswa penerima MBG, hanya satu yang mengalami gejala sakit. Namun dengan adanya korban meninggal dunia, penyelidikan kini diperluas.
Polisi telah mengamankan sampel makanan untuk diuji laboratorium serta meminta keterangan dari pihak sekolah, penyedia makanan, dan tenaga medis yang menangani korban.
Belum diketahui secara pasti penyebab almarhum Fatih dapat mengalami gejala keracunan makanan hingga ajal menjemputnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Giri Kencana terkait permasalahan ini.
Sumber:
https://www.bengkulutoday.com/pelajar-min-di-ketahun-meninggal-dunia-diduga-keracunan-mbg







Kata pak ndas, ah cuma 0,00000001% … memang kalo orang sdh nggak punya empati sama nyawa manusia ya begitu, jgnkan cuma 1 orang anak, 1300 nyawa melayang krn banjir Sumatra sampai skrg jg nggak jelas penanganannya bgm …
kalo yang hanya 0,00001% itu anak atau cucu, keponakan bapak gimana? apa masih mau bilang ah cuma 0,00001% !!
ya Allah…
si Deyang gmna ini