Inilah bahayanya kaum boti… kasus pembunuhan pelajar di Bandung

Jumat, 13 Februari 2026, “Tim Trobos Mitos”, spesialis live dari tempat-tempat yang terkenal angker dan tidak terurus, memutuskan melakukan live yang berlokasi di Kampung Gajah, Bandung.

Keputusan ini didasarkan dari banyak request dari penduduk sekitar yang konon melihat banyak penampakan mba Kunti beberapa hari belakangan.

Di tengah-tengah live, host menyebut mencium bau busuk menyengat.

Mereka telusuri asal bau, dan tiba-tiba saja mereka menemukan jenazah yang kelihatan sudah membusuk dengan bekas darah dari kepala.

Pemandangan itu disaksikan langsung oleh semua penonton yang menyaksikan live itu.

Tim segera menghubungi polisi. Polisi datang melakukan olah TKP

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa jenazah itu bernama Zain Ahmad Abdul Qudus (13) siswa SMPN 26 Bandung, yang dilaporkan menghilang setelah pulang sekolah pada hari Senin, 9 Februari 2026.

Hanya dalam waktu 1×24 jam, polisi berhasil meringkus pelaku, Yoga (16) beserta temannya berusia 17 tahun.

Setelah Yoga ditangkap, terungkaplah kronologis yang sebenarnya, yaitu Yoga sakit hati karena “pertemanan” mereka diputus sepihak.

Awalnya, Zain dan Yoga sama-sama bersekolah di Pesantren di Garut.

Sejak Zain berusia 10 tahun, Yoga aktif mendekati Zain. Pertemanan mereka terlalu lekat, hingga terlalu aneh menyebut itu hanya pertemanan biasa.

Hingga di usia 13 tahun, orangtua Zain mencium gelagat yang tidak beres.

Bayangkan aja
Zain digrooming sejak usia 10-13 tahun !!

Akhirnya ortu Zain cut off, dan memindahkan Zain dari Ponpes di Garut ke SMP negeri di Bandung

Rupanya, Yoga tidak terima.

Dia mendatangi Zain ke Bandung, bersama temannya.

Dia bujuk Zain untuk bicara. Karena dia membawa teman, Zain percaya saja.

Dan rupanya itu hanya tipu muslihat Yoga saja. Niat dia mendatangi Zain hanya untuk menghabisi.

Saat ditemukan, Zain masih seragam lengkap. Ditemukan bekas pukulan benda tumpul di kepala bagian kiri, diduga menggunakan botol. Dan 8x tusukan di bagian dada.

Yoga mengambil handphone Zain untuk membuat alibi.

Pada tanggal 10 Februari, Yoga mengirim WA menggunakan HP Zain ke teman-teman Zain, dan mengatakan bahwa dia diculik 2 orang dewasa.

Jadi..
Saat itu, keluarga dan teman-teman menyakini Zain masih hidup.

Tapi justru Hp yang dikuasai Yoga itulah yang menjadi titik kunci terungkapnya Yoga sebagai pelaku

Jadi kesimpulannya.

Manusia modelan Itwil ini memang kelihatan inspiratif dan penuh ilmu.

Tapi mereka lebih impulsif dan bengis dibanding manusia straight (normal)

Ingat kisah Robot Gedek?
Ryan Jombang?
WNI di Australia yang dimasak suaminya?
Reinhard Sinaga di Inggris?

Itu hanya segelintir kisah bengis yang ditorehkan oleh kaum pemuja bool

Serius masih kau puja?

Apa nunggu anak kau jadi korban dulu, baru meraung-raung?

(Al Fatin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *