INI YANG TERJADI DI INDONESIA… EKONOMI TUMBUH UNTUK SEGELINTIR ORANG

Raymond Chin menjelaskan secara sederhana kenapa secara statistik ekonomi tumbuh tapi rakyat makin tidak sejahtera.

Raymond Chin adalah seorang pengusaha, investor, dan konten kreator asal Indonesia yang dikenal luas sebagai pakar edukasi finansial dan bisnis bagi generasi muda.

Ini kata Raymond Chin (video dibawah):

Indonesia, growth GDP-nya PDB-nya tuh naik 5%. Tahun depan bisa diprediksi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.

Problem paling gede dari statement-statement yang berbau ekonomi, sifatnya tuh RATA-RATA.

Gue mau kasih analogi simpel ya. Ibarat ada satu ruangan yang isinya 10 pengangguran, yang secara net worth (kekayaannya) itu 0. Tiba-tiba orang ke-11 masuk ke ruangan itu, dan orang itu Elon Musk (orang terkaya di dunia). Jadi, secara statistik, rata-rata kekayaan per orang di ruangan itu (11 orang tersebut), miliaran dolar.

Tapi realitanya, 10 orang itu lebih kaya atau enggak? Enggak, ya masih miskin, masih 0. Yang kaya cuma 1 Elon Musk. 10 orang lainnya kekayaannya Nol. Tapi secara hitungan statistik rata-rata kekayaan 11 orang itu MILIARAN.

Nah, itu problemnya sama statistik ekonomi.

Bayangin ya, di tahun 2025, 50 orang terkaya di Indonesia, naik kekayaannya 700 triliun rupiah.

Terus kita bikin analogi bodoh ya.

Seandainya 100 juta warga Indonesia yang di kalangan bawah nih, mereka masing-masing kehilangan 1 juta dari tabungan mereka (karena pengeluaran naik/tetap tapi penghasilan turun, sehingga terpaksa makan tabungan). Buat mereka sakit banget, dan ini 100 juta orang. 100 juta orang ekonominya turun.

Tapi kalau ditotalin dengan kekayaan 50 orang terkaya yang naik 700 triliun, secara nasional ekonomi kita tumbuh tidak? Tumbuh.

Ada quote perkenal yang menggambarkan kondisi ini namanya “growth without prosperity” (pertumbuhan tanpa kemakmuran).

Dan itu yang terjadi di Indonesia.

Ekonomi kita grow (tumbuh/naik) tapi cuma untuk segelintir orang.

[VIDEO]

Komentar