Ini keliru

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri menanggapi postingan pendukung Rezim soal MBG dan Anggaran Pendidikan.

Ini keliru.

1. Kalau APBN untuk pendidikan sekarang 769,1 Triliun, dikurangi MBG 223 Triliun, berarti APBN untuk pendidikan kita 546 Triliun, lebih rendah dari tahun 2023 (Rp608,3 Triliun). Itu namanya Turun. Kurang jelas?

2. Tidak ada tunjangan guru Non-ASN naik 100%. Coba denger pidato Presiden, naiknya hanya 500 ribu dari 1,5 ke 2 juta.

3. MBG tidak mengganggu anggaran untuk guru? guru ASN digaji Pemda, itu diambil dari anggaran pendidikan. Maka ketika transfer ke daerah dipangkas, berimbas pada kemampuan daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk guru.

4. Guru Honorer negeri hampir tidak ada setelah adanya pengangkatan PPPK PW. Namun, setelah diangkat, ternyata gaji mereka lebih rendah dari honorer. Kenapa? lihat nomor dua. Dari 139 ribu-500 ribu.

5. Apakah guru honorer makin sejahtera? tidak. Prinsipnya, adalah guru yang tidak sejahtera. Disitu negara bermasalah jika anggarannya besar, tapi tidak sanggup menggaji guru dengan layak.

6. Ada masalah sistemik dalam rekeuitmen guru. Sampai sekarang masih ada guru honorer, karena distribusi guru tidak sesuai kebutuhan, atau ketika dibutuhkan lemah distribusi, sehingga kepala sekolah melakukak rekruitmen darurat asal kelas tidak kosong.

7. Sebaiknya diupdate lagi infografis tanpa nama/ tanpa lembaga tersebut. Baru-baru ini Komisi X mempertanyakan mengapa anggaran Pendidikan Profesi guru dipangkas 1 Triliun. Padahal, PPG ini adalah skema yang dijanjikan pemerintah untuk mensejahterakan guru. Eh dikurangi juga.

    Kurang jelas apa kesejahteraan guru berkurang akibat MBG?

    Komentar