Suriah memilih untuk mengganti desain dan struktur uangnya, ini bukan cuma alat tukar saja, melainkan cerita sebuah bangsa yang mencoba bangkit dari luka panjang.
Pada tanggal 29 Desember 2025, pemerintah Suriah resmi memperkenalkan seri uang kertas Lira (Syrian pound) baru yang akan mulai beredar pada 1 Januari 2026 sebagai bagian dari paket reformasi ekonomi besar-besaran setelah periode perang panjang dan pergantian rezim. 
Desain barunya menarik secara simbolik, tidak lagi menampilkan wajah tokoh politik atau pemimpin rezim lama, seperti Bashar al-Assad dan keluarganya yang pernah mewarnai mata uang sebelumnya. Gantiannya adalah motif alam dan hasil pertanian lokal, bunga mawar, gandum, zaitun, jeruk, mulberry, dan tanaman lain yang tumbuh di tanah Suriah, sebuah puisi visual tentang tanah yang pernah subur namun kini sering lusuh oleh konflik.

Langkah ini juga bagian dari kebijakan redenominasi yang cukup drastis. Suriah akan menghapus dua angka nol dari denominasi uangnya sehingga 100 unit lama menjadi 1 unit baru. Ini bukan membuat nilai uang tiba-tiba naik, tetapi menyederhanakan angka, mempermudah transaksi, akuntansi, dan psikologis membantu warga yang sudah bertahun-tahun membawa tumpukan uang besar hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. 
Mereka mencoba menyampaikan pesan bahwa negara ini lebih besar dari satu orang, dan identitasnya berakar pada hidup sehari-hari rakyatnya, bukan kultus individu. 
Para pejabat menjelaskan bahwa perubahan ini dimaksudkan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap mata uang nasional, yang telah kehilangan sebagian besar nilainya selama lebih dari satu dekade konflik dan sanksi, membuat orang lebih memilih bertransaksi dengan dolar ketimbang Lira. Dengan desain baru yang mencerminkan kenangan kolektif rakyat (dari ladang gandum hingga kebun zaitun yang sunyi terlupakan) pemerintah berharap bisa membangun kembali hubungan emosional dan kepercayaan ekonomi yang hancur. 
Namun, perlu juga mimin sampaikan, memoles desain uang bukan berarti ekonomi langsung sehat. Seperti mengganti sampul buku tanpa memperbaiki isinya, redenominasi tidak serta merta menurunkan inflasi atau menyelesaikan masalah struktural seperti produksi dan lapangan kerja. Uang baru bisa mempermudah kehidupan sehari-hari, tetapi akar perbaikan ekonomi Suriah atau pun di negara kita ini masih butuh kebijakan yang jauh lebih dalam, dari meningkatkan produktivitas hingga stabilitas fiskal.
———
(fb Now I know)







Komentar