Ide Menag: Zakat dikelola Pemerintah seperti zaman Nabi

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyoroti pengelolaan zakat di Indonesia dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah.

Ia menyampaikan bahwa pada zaman Nabi, otoritas pengelolaan zakat berada di tangan pemerintah. Menurutnya, jika ingin zakat lebih berdaya dan berdampak luas, maka pengelolaan zakat di Indonesia juga perlu disentralisasi oleh negara.

“Pada zaman nabi, pengelola zakat itu adalah pemerintah. Yang punya otoritas untuk mengambil itu adalah pemerintah. Nah, sekarang ini kan terlalu banyak orang (atau badan) penerima zakat ya, kan. Harusnya kalau kita mau lebih berdaya lagi, zakat itu disentralkan kepada pemerintah,” kata Menteri Agama Nasarudin Umar dalam acara Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).

Boleh aja zakat diserahkan ke Pemerintah.

Artinya Indonesia mau menerapkan sistem Syariat Islam.

Kita mulai dari potong tangan para koruptor ditambah dengan hukuman penjara.

Gimana? Setuju?

Kalau mau menerapkan sistem Syariat Islam jangan comat comot cuma yang ada duitnya saja.

Tapi secara kaffah.

Dan efeknya pasti akan dahsyat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 komentar

  1. Sorakin: huuuu….
    Duit puluhan tahun calon jemaah haji yg ngendap karena nunggu antrean berangkat haji aja ga jelas kemana…
    Waktu rezim jokibul katanya dipake buat bangun infrastruktur..
    Dah cukup…kalo msh byk tikus ga usah macem2 pa

  2. Zakat maunya dikelola pemerintah spt zaman Nabi SAW, giliran hukuman korupsi dana zakat sesuai syariat Islam yaitu potong tangan, bilangnya kita bukan negara Islam … dasar mata duitan lu!

  3. Wkwkwkwk
    AMBYAAAARRRR
    Duwit nya umat Islam mau, syariat Islam nolak….
    Enak men
    Kok nyimut
    Yo Sido di korupsi tok,…
    Mending zakat ku tak kekno kerabat/ tetangga/ ORANG2 yg kenal…
    Maleze zakat lewat pemerintah, RA PERCOYO BLASSSS