Ibu yang mengatakan MBG mirip “muntahan kucing”, didatangi TNI minta video dihapus?

Akun TikTok @sitizubaedah82 memposting ibu yang unggah konten MBG yang Dinilai seperti “Muntahan Kucing”, Pemilik Video Didatangi TNI dan Diminta Hapus.

“Vidionya suruh di hapus, sampe ada TNI ke rumah,” tulis akun TikTok @sitizubaedah82 dengan menyertakan foto tampak ada anggota berseragam TNI.

SEBELUMNYA program makan bergizi gratis (MBG) untuk balita di Kabupaten Pandeglang, Banten, viral di media sosial (medsos).

Pasalnya, dalam video yang viral di medsos tersebut memperlihatkan MBG dibungkus menggunakan kantong plastik.

Adapun peristiwa tersebut terjadi di Desa Pasir Padu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @PANDEGLANG.TV.

Dalam video tersebut, ibu-ibu memperlihatkan dua kantong plastik berwarna kuning dan hijau berisikan makanan MBG.

Warga yang merekam video tersebut menyebut, makanan yang dibungkus menggunakan kantong plastik seperti muntahan kucing.

“Ini MBG untuk balita, ini kayak begini isinya. Ayam, enggak tahu bubur, enggak tahu apa, kayak muntahan kucing. Ini baru dibuka,” ujarnya dalam video.

“Ada kelengkengnya juga, timun gini doang,” sambungnya.

Ia mengatakan, bukan tidak bersyukur mendapatkan MBG tersebut, namun kemasan dinilai sangat kurang pantas.

“Maaf yah bukan enggak bersyukur, yah masak mau dimakan gini sama kita. Pakai plastik kayak beginian, kayak buat kucing,” kata dia.

“Nih Pak Prabowo nih,” tambahnya.

[VIDEO]

Penjelasan SPPG

Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, angkat bicara.

Dimas menjelaskan, pihaknya menyiapkan menu untuk kelompok penerima manfaat 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, menggunakan ompreng pada Kamis (8/1/2026).

Ia mengklaim penyaluran dan penyajian MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3), telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari BGN.

Namun, Dimas menyebut, peristiwa yang viral di medsos tersebut terjadi ketika di lapangan, saat ibu-ibu kader Posyandu memindahkan MBG ke dalam plastik tanpa sepengetahuan dirinya.

Dimas mengatakan, pemindahan makanan dari ompreng ke kantong plastik dilakukan kader tanpa adanya koordinasi dengan SPPG.

“Untuk pendistribusian sudah sesuai dengan SOP dari BGN, kita memakai ompreng di dapur, setelah itu diantarkan ke B3 ibu kader,” katanya, Minggu (11/1/2026).

“Sesudah sampai ke titik pengantaran, itu diserahkan kepada ibu kader, nah ibu kader berinisiatif, tanpa sepengetahuan saya, malah dimasukan ke dalam plastik si menu makanan itu, dicampur sama plastik tanpa sepengetahuan saya, tanpa izin dan pemberitahuan,” sambungnya.

“Akan tetapi, setibanya di lokasi penerima, salah seorang kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik,” kata Dimas dalam keterangan pers, Sabtu (10/1/2026), dikutip dari Kompas.com.

“Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian MBG,” ujar dia.

Dimas mengaku tidak mengetahui secara detail alasan kader memindahkan menu MBG tersebut ke dalam plastik.

Namun berdasarkan keterangan kader, hal itu dilakukan secara spontanitas.

Ia mengatakan, kader tersebut beralasan hanya spontanitas saat memindahkan MBG ke kantong plastik tanpa izin.

“Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil (ibu hamil), busui (ibu menyusui), dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” kata Dimas.

“Katanya spontan aja karena udah sore datangnya, spontan akhirnya dimasukkan ke dalam plastik sama ibu kader. Dan itu pun tanpa sepengetahuan saya,” katanya.

Dimas juga mengakui, jika sajian MBG berada di dalam plastik tidak higenis dan menyalahi aturan.

“Kalau misalkan mau dibawa pulang itu memakai alat makan yang sesuai kayak mangkok, atau piring, tupperware, dari rumah masing-masing,” ucapnya.

Kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya.

Usai menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.

“Setelah video tersebut viral, kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam,” ucapnya.

Penjelasan kader Posyandu

Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, turut menjelaskan agar informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Ia menegaskan, kondisi makanan tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi meski dimasukkan ke dalam kantong plastik.

Hal itu dilakukan sebagai upaya menghindari risiko kontaminasi air hujan di lapangan.

“Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan.”

“Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan,” jelas Lusi.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan kembali bahwa penyajian makanan Program MBG wajib mengikuti SOP yang telah ditetapkan.

SOP tersebut termasuk penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi, guna menjamin keamanan pangan dan kualitas gizi bagi seluruh penerima manfaat.

Komentar