Hidup ini kadang lucu.
Sebut saja ‘Mawar’. Dia honorer guru. Dia itu sejak 2024, menjadi die hard-nya relawan Prabowo-Gibran. Habis-habisan. Setiap hari dia sibuk posting, komen, belain. Di X, di Tik Tok, di Instagram. Pun dia bela-belain habis-habisan MBG. Memuji setinggi langit. Program itu sangat bagus, bermanfaat.
Hari ini, Mawar sedang termangu. Kenapa? Dia honorer bertahun-tahun, berkali-kali test CPNS gagal, eeh, orang lain mendadak menyalip jadi ASN dong. Masing-masing ada 3 setiap dapur, itu berarti akan ada hampir 100.000 ASN baru. Cepat sekali prosesnya. Orang-orang yang entah kapan honorernya, kapan masa baktinya.
“Apakah ini adil Bang Tere?” Mawar bertanya.
Maka jawaban saya (setelah merenung sejenak):
“Ya ndak tahu, kok tanya saya.
Kamu yg joget2 dulu, kok saya yg disuruh mikir.”
(Tere Liye)







Komentar