✍🏻Ismail Amin
Heran dengan logika orang-orang yang bilang, kalau kelompok Hamas tidak melawan, pasti Gaza akan aman-aman saja…
Ini bantahan saya…
🟦Pertama, di Tepi Barat tidak ada yang melawan, apa aman-aman saja? yang ada malah Zionis membangun pemukiman ilegal secara membabi buta dengan merampas aset dan mengusir pemiliknya… target di Gaza juga demikian, hanya saja tidak bisa leluasa, sebab Hamas melawan…
🟨Kedua, Gaza diblokade bertahun-tahun, jalur keluar-masuk dikontrol sepenuhnya Israel, darat, udara, laut semua dikontrol penjajah, dalam posisi seperti ini, anda mau diam saja?
🟩Ketiga, yang menyuruh Hamas diam saja, demi perdamaian dan stabilitas, sama saja meminta para pejuang nasional dulu gak usah melawan, nah karena melawan, maka terjadilah korban 40 ribu jiwa di Makassar, terjadi perang Surabaya yang membuat kota hancur, terjadi Bandung lautan api, terjadi pembantaian di Rawagede dan Bali… apa korban ribuan dari rakyat sipil yang tidak bersalah, kota yang hancur, pemimpin negara ditahan harus menyalahkan pejuang yang melawan?
🟪Keempat, logika “kalau tidak melawan pasti aman” bertentangan dengan fakta sejarah kolonialisme dan pendudukan di banyak tempat. Kekuasaan yang bersifat ekspansif jarang berhenti hanya karena tidak ada perlawanan…. Justru sering kali, ketiadaan resistensi dibaca sebagai kelemahan dan peluang untuk memperluas kontrol. Dalam banyak konflik, tekanan dan pembatasan tetap berlangsung bahkan ketika tidak ada konfrontasi bersenjata terbuka… liat saja realitasnya, tanpa ada perlawanan pun, Israel tetap tidak akan mengakui Palestina… itu sudah berkali-kali dinyatakan Netanyahu…
🟧Kelima, hak untuk melawan penjajahan diakui dalam hukum internasional. Piagam PBB dan berbagai resolusi Majelis Umum mengakui prinsip hak menentukan nasib sendiri. Artinya, secara prinsip hukum, suatu bangsa yang berada dalam situasi pendudukan tidak diminta untuk pasif. Perdebatan boleh ada tentang metode dan batasannya, tetapi hak politik untuk menolak pendudukan bukanlah konsep liar, bukanlah terorisme, itu bagian dari diskursus internasional… dan itu legal secara hukum internasional…
🟫Keenam, menyederhanakan konflik menjadi “kalau mereka diam, semua selesai” mengabaikan akar struktural persoalan: blokade, pembatasan mobilitas, kontrol wilayah, perluasan pemukiman, dan ketimpangan kekuasaan… Perdamaian tidak lahir dari satu pihak yang sepenuhnya diam, melainkan dari penyelesaian akar konflik. Tanpa perubahan struktur yang dianggap tidak adil oleh salah satu pihak, tekanan akan selalu ada, dan siklus ketegangan sulit dihentikan…
Intinya, menyalahkan sepenuhnya pihak yang melawan tanpa melihat konteks strukturalnya adalah cara berpikir yang terlalu sederhana untuk persoalan yang sangat kompleks. Kritik terhadap metode kekerasan bisa dan sah dilakukan, tetapi menutup mata terhadap realitas pendudukan, blokade, dan ketimpangan kekuasaan juga bukan sikap yang adil secara intelektual….
Yang lebih konyol lagi, yang membenarkan genosida di Gaza dengan membawa-bawa alkitab… apa bukan mabuk agama namanya itu?







Komentar