

Eks pelatih panjat tebing, Hendra Basir ini sebejat-bejatnya manusia. Dia memanfaatkan kerentanan atlet-atlet putri Indonesia untuk melakukan perbuatan cabul dalam rentang waktu 2021-2025.
Sebagian besar kejadian disebut berlangsung di Asrama Atlet Bekasi. Hendra juga melanjutkan perbuatan cabulnya saat para atletnya mengikuti pertandingan-pertandingan internasional.
Bahkan dia juga memotong bonus-bonus atletnya sampai 50 persen.
Hendra saat ini tengah menjalani proses hukum terkait kasus pelecehan seksual yang ia lakukan kepada atlet putri panjat tebing.
Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah, menyampaikan bahwa terlapor (Hendra Basir) diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai pelatih terhadap atlet binaannya.
“Pada tanggal 6 Maret 2026 penyidik telah melakukan klarifikasi terhadap pelapor (korban) dan salah satu atlet. Selain itu, penyidik juga telah mendampingi korban untuk menjalani visum et repertum di RS Polri Kramat Jati,” ujar Nurul dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026), dilansir kumparan.
“Modus diduga menyalahgunakan kewenangan serta memanfaatkan kerentanan atau keadaan atlet putri untuk melakukan perbuatan cabul hingga persetubuhan,” tambahnya.
Nurul menjelaskan, berdasarkan keterangan korban, peristiwa pelecehan tersebut diduga terjadi dalam rentang waktu 2021 hingga 2025. Sebagian besar kejadian disebut berlangsung di Asrama Atlet Bekasi, serta beberapa terjadi saat para atlet mengikuti pertandingan internasional.







potong bijinya trus kasih obat perangsang dosis tinggi. biar merasakan sakitnya tegang terus tanpa bisa ejakulasi
kasus seperti ini bila tdk ada korban yg berani lapor / speak up tentu tdk akan terungkap
Alhamdulillah ada atlet yg berani bersuara