Haramnya khamr itu lebih parah dari babi

Sentilan akun katolik garis lurus ada benernya. Di negara ini yang ‘haram’ emang cuma babi. Bahkan yang suka mabuk juga ga mau makan babi padahal sama-sama haram, dan sebenernya haramnya khamr itu lebih parah dari babi.

Dalam Islam, khamr (minuman keras/alkohol) dan babi sama-sama haram secara mutlak, namun khamr sering disebut lebih berbahaya karena dampaknya yang merusak akal serta menjadi “induk keburukan”. Babi mencemari tubuh, sedangkan khamr mencemari akal dan berpotensi memicu berbagai maksiat lain, menjadikannya dosa besar yang merusak tatanan sosial dan keimanan.

Nabi Muhammad SAW menyebut khamr sebagai Ummul Khabaits (induk keburukan) karena dapat menghilangkan kesadaran, sehingga pelakunya mudah melakukan dosa lain seperti zina, pembunuhan, atau perkelahian.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلَاةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا , فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِي بَطْنِهِ مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةً

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Khamar adalah induknya keburukan. Siapa saja yang meminumnya, maka Allah SWT tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Maka jika dirinya wafat, sementara khamar ada dalam perutnya, maka ia meninggal layaknya kematian orang Jahiliyah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *