Hamas Bersiap Memilih Pemimpin Baru, Ini 2 Kandidat Utama

🟢 Hamas Bersiap Memilih Pemimpin Politik Baru

Biro Politik Umum Hamas akan memilih kepala baru dalam beberapa hari atau dalam 10 hari pertama Januari, menurut media Al-Sharq Al-Awsat. Dua kandidat utama adalah Khalil al-Hayya, kepala Hamas di Gaza dan kepala negosiator dalam pembicaraan gencatan senjata, dan Khaled Meshaal, yang memimpin gerakan tersebut di luar negeri.

Pemungutan suara akan diadakan oleh Dewan Syura Umum Hamas, sebuah badan beranggotakan sekitar 50 orang yang mewakili Gaza, Tepi Barat, tahanan Palestina, dan pejabat di luar Palestina. Pemilihan Hamas, yang biasanya diadakan setiap empat tahun, dijadwalkan pada awal tahun 2025 tetapi ditunda karena genosida Israel di Gaza.

Jeremy Scahill dan Jawa Ahmad dari Drop Site mewawancarai Khaled Meshaal di Doha pada 11 Desember 2025. Sebagai anggota pendiri gerakan tersebut dan salah satu pemimpinnya yang paling diakui secara internasional, Meshaal mengatakan Presiden Trump harus secara tegas mengakhiri perang pemusnahan Israel yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan membuka era baru dalam hubungan AS-Palestina.

Khaled Meshaal mengatakan kepada Drop Site bahwa AS harus memasuki proses negosiasi langsung yang tulus dengan Hamas dan faksi-faksi politik Palestina lainnya yang bertujuan untuk membangun hubungan bilateral yang bersahabat.

“Sayangnya, salah satu masalah dengan pemerintahan AS adalah mereka memprioritaskan kepentingan Israel lebih daripada kepentingan Amerika Serikat sendiri… Saya hanya menyerukan kepada rakyat Amerika dan pemerintahan AS untuk menilai berdasarkan kepentingan Amerika, bukan kepentingan Israel,” kata Meshaal kepada Drop Site.

Komentar