Gibran vs Prabowo

Ahmad Ali, Ketua Harian PSI, membuat ulah lagi. Sebelumnya, menyerang Megawati. Kini langsung kepada Prabowo. Ahmad Ali membuka peluang Gibran akan melawan Prabowo, kalau pada Pilpres 2029 nanti, Prabowo melepaskan Gibran, memilih Cawapres lain.

Pemikiran ini disampaikan Ahmad Ali di Podcast Gaspol Kompos.com. Tapi Ahmad Ali mencoba meluruskan pemikirannya itu yang bisa disalahartikan sebagai bentuk “ancaman” terhadap Prabowo, kalau berani tak menggandeng Gibran lagi sebagai Cawapres.

Tapi sebetulnya pemikiran Ahmad Ali itu, peluang saling berhadapannya Gibran dan Prabowo, bukanlah sesuatu yang salah atau perlu diklarifikasi. Diklarifikasi hanya kesannya, tapi substansinya tak ada yang salah. Situasi itu bisa saja terjadi. Dulu, SBY dan JK juga begitu.

Artinya, PSI atau Jokowi sendiri sudah mempersiapkan plan A, plan B, bahkan plan C. Sayangnya, Ahmad Ali tak hanya berhenti pada plan A dan B saja. Ia terlanjur menyebutkan plan C di depan publik. Makanya ia harus mengklarifikasi agar tak salah dipahami pihak Prabowo.

Baik Jokowi maupun Gibran, agaknya tak menyangka Prabowo akan bisa seperti saat ini. Jerat-jerat yang sudah dipersiapkan sebelumnya, pelan-pelan lepas dengan sendirinya. Bukan oleh Prabowo semata, tapi waktu itu sendiri. Mereka salah memahami Prabowo.

Ahmad Ali juga mengatakan orang salah memahami Prabowo yang dianggapnya setia, tak mau berkhianat, dan selalu menghormati, serta meletakkan Jokowi di atas. Tapi bisa jadi juga Ahmad Ali salah memahami Prabowo. Politik memang bukan cara memahami, tapi cara menyelamatkan kepentingan politik sendiri-sendiri.

(ERIZAL)

Komentar