
Gelandang Real Madrid dan tim nasional Maroko, Brahim Díaz, telah memeluk agama Islam. Keputusan ini menyusul penguatan hubungannya dengan warisan budaya Maroko setelah ia memilih untuk membela tim nasional Maroko (Atlas Lions) di level internasional.
Dia berkata, “Hari ini saya memilih jalan di mana saya merasakan kedamaian sejati. Keputusan ini tidak mudah, tetapi berasal dari hati saya. Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam.”
Sepanjang kariernya, afiliasi agamanya tidak dibahas secara publik, dan ia umumnya diidentifikasi sebagai seorang Kristen sejak kecil. Ia dibesarkan sebagai seorang Kristen oleh ibunya.
Kabar ini menarik perhatian setelah Brahim Diaz terlihat di acara buka puasa Ramadan di Pusat Kebudayaan Islam Madrid, di mana ia bergabung dengan anggota komunitas Maroko.
Acara tersebut berlangsung pada Kamis (26/2/2026) malam dalam suasana hangat dengan partisipasi yang kuat dari warga Maroko. Saksi mata mengatakan Diaz ingin berbagi momen tersebut dengan rekan senegaranya, menunjukkan hubungannya dengan tradisi dan spiritualitas Maroko selama Ramadan.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai latar belakang dan transisinya:
- Latar Belakang Keluarga: Brahim lahir di Málaga, Spanyol, dari ibu asal Spanyol (Patricia) dan ayah keturunan Maroko (Sufiel Abdelkader Díaz). Ia dibesarkan di lingkungan Katolik mengikuti latar belakang ibunya.
- Pernyataan Pribadi: Dalam pernyataan yang beredar, ia menyebutkan bahwa keputusan ini datang dari hati dan merupakan jalan di mana ia merasakan kedamaian sejati.
- Aktivitas Religius: Imam Adil Hachmi dari Pusat Kebudayaan Islam Madrid (Masjid M-30) mengonfirmasi bahwa Díaz telah bergabung dalam salat berjamaah dan ikut serta dalam acara buka puasa bersama (Iftar) komunitas Maroko selama bulan Ramadan ini.
- Koneksi Budaya: Sebelum konversi ini, Díaz sudah menunjukkan kedekatannya dengan akar Maroko melalui nenek dari pihak ayahnya, yang menjadi salah satu faktor kuat di balik keputusannya berpindah kewarganegaraan sepak bola dari Spanyol ke Maroko pada tahun 2024.







yg pindah / jadi mualaf itu karna orang yg berfikir ( afala tak kilun …)
Allahu Akbar!!!