Ganti Rezim
✍🏻Ustadz Dr. Ahmad Sarwat
Seorang jamaah pengajian suatu hari menyapa saya sambil bertanya, Kok nggak pernah ngisi kajian di masjid kami lagi?
Hmm saya susah juga jawabnya. Tapi kemudian sambil becanda saya jawab, imbas dari pergantian rezim.
Dia tertawa. Benar ustadz, sejak pergantian rezim takmir masjid, banyak para ustadz yang selama ini ngisi kajian rutin, tiba-tiba hilang dari peredaran.
Begitu rezimnya ganti, otomatis jajaran para ustadz pun biasanya ikut diganti, setidaknya sesuai dengan selera rezim yang baru.
Kira-kira sebelas dua belas juga pergantian presiden. Ganti presiden otomatis ganti menteri. Ganti menteri ya ganti kebijakan.
Jangan dikira urusan gonta ganti Rezim hanya ada dalam ruang lingkup negara, bahkan di dalam kepengurusan takmir masjid pun ada pergantian rezim juga.
Bahwa tiba-tiba jadwal kajian saya ditiadakan oleh rezim terbaru dari takmir masjid, saya bukan baru pertama kali mengalaminya. Sudah sering bahkan kayak sudah jadi rutinitas.
Dan uniknya lagi, saya juga sering mengalami kebalikannya. Tiba-tiba diminta mengisi rutin di suatu masjid, padahal sebelumnya tidak pernah.
Nah itu tanda-tanda bahwa sebuah rezim baru saja berganti. Rezim lama diganti rezim baru. Rezim baru inilah yang meminta saya untuk jadi pengisi tetap di masjid mereka.
Tapi ada masjid yang sejak 20 tahun yang lalu saya tidak pernah diganti, jadi pengisi tetap tak tergantikan.
Padahal rezimnya sudah berganti berkali-kali. Dari generasi orang tua mereka sampai ke generasi anak mereka.
Saya sendiri sebenarnya sudah rada blenek ngisi kajian di masjid tersebut. Sudah berkali-kali punya saya menyatakan ingin risain, biar diganti yang lain.
Rupanya mereka bilang bahwa pesan orang tua mereka agar jangan pernah mengganti saya.
Memang tradisi masjid itu tidak ada guru yang diganti, kecuali memang sudah berpulang. Saya sendiri masih ingat bahwa dulu awalnya pun saya menggantikan posisi ayah saya yang jadi guru ngaji tetap di masjid itu.
Nah berarti masjid ini tidak berciri demokrasi, melainkan monarki absolut.
(fb)







Komentar