GAK NYANGKA… Luar biasa cerdas langkah caturnya Pak Prabowo 🫡

BACA SAMPAI AKHIR 😃


Secara diplomatik, keterlambatan Presiden Prabowo mengucapkan duka cita kepada Ayatollah Ali Khamenei adalah hasil kalkulasi matang. Presiden Prabowo menunggu situasi stabil dan melakukan verifikasi intelijen agar tidak salah langkah di tengah eskalasi perang.

Presiden Prabowo tak terjebak dalam ketakutan. Tetapi secara geopolitik, ini adalah pesan bahwa Indonesia tidak emosional.

Mengirimkan Menlu secara langsung setelah situasi memuncak justru menunjukkan bahwa dukungan Indonesia bersifat substansial dan formal, bukan sekadar reaksi cepat di media sosial.

Mengapa pemerintah tidak menyebut pelaku pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei secara gamblang? Jangan salah, ini adalah praktik Diplomasi Tingkat Tinggi.

Dengan tetap menggunakan kalimat “gugur dalam serangan militer”, Indonesia tetap bisa mengutuk kejadiannya tanpa menutup pintu komunikasi dengan blok Amerika. Ini adalah kecerdikan luar biasa.

Meski bergabung dengan Board of Peace besutan Amerika, tidak berarti Presiden Prabowo setuju dengan serangan militer AS dan Israel. Saat ini, Presiden Prabowo sedang memainkan peran sebagai jembatan.

Indonesia mengambil manfaat ekonomi dari satu pihak, namun tetap menjaga integritas moral dengan mengirim ucapan duka ke Iran di pihak lain. Ini adalah cara Presiden Prabowo menolak dipaksa memilih kubu secara hitam-putih. Sebuah langkah diplomasi yang sangat berkelas.

Bismillah stafsus Menpora..🙏

(A. Ainur Rohman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Konon dulu katanya ada tokoh bangsa yg pura-pura bergabung jadi Cebong, menjalankan siasat “TEUKU UMAR”. Eh, nggak tahunya malah kena jerat lehernya oleh JOKIBUL dgn kasus Pembelian Alutsista dan Food Estate. Malahan dikatain “Biji Tinggal Satu” oleh wapresnya sendiri tapi tak bisa berkutik. Belakangan dilepeh Trumpet dgn perjanjian berat sebelah ala-ala KOMPENI