


Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Indonesia tidak takut dan tidak gentar terhadap MSCI memicu kritik tajam dari sejumlah analis dan pengamat ekonomi. Narasi politik dan retorika kedaulatan tersebut dinilai keliru dan tidak tepat sasaran karena salah mengidentifikasi substansi masalah keuangan global.
Kata Steve H. Hanke, seorang ekonom terkemuka dunia dan Profesor Ekonomi Terapan di Johns Hopkins University, Prabowo itu delusional. Delusional adalah gangguan mental serius yang membuat penderitanya memiliki keyakinan kuat terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan realitas, meskipun telah diberikan bukti jelas yang menyangkalnya.
Mengapa Respons Prabowo Tersebut Dinilai Keliru?
Para analis pasar modal dan pengamat kebijakan menyoroti beberapa poin utama mengapa pendekatan konfrontatif ini dianggap bermasalah:
- Salah Mengartikan Lembaga Indeks: Morgan Stanley Capital International (MSCI) bukanlah entitas politik atau negara asing yang sedang mengancam kedaulatan Indonesia. MSCI adalah lembaga penyedia indeks global yang menjadi acuan objektif bagi manajer investasi internasional untuk menaruh dana triliunan rupiah.
- Mengabaikan Masalah Struktural: Kritik MSCI bukan persoalan “keberanian”, melainkan peringatan teknis mengenai transparansi, integritas pasar, konsentrasi kepemilikan saham, dan dugaan perdagangan terkoordinasi (coordinated trading) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
- Risiko Komunikasi bagi Investor: Bagi investor institusional global, retorika politik yang keras tanpa solusi teknis justru menimbulkan ketidakpastian baru. Pasar keuangan membutuhkan jawaban berupa kepastian regulasi dan data, bukan sekadar pembelaan nasionalisme.
- Ancaman Nyata Kehilangan Modal (Capital Outflow): Jika status Indonesia benar-benar diturunkan dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dampaknya bisa fatal karena memicu eksodus dana asing secara masif yang dapat memperparah kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Upaya Meredam Dampak (Damaged Control)
Menyadari sensitivitas pasar, otoritas terkait langsung meluruskan arah kebijakan pemerintah:
- Penjelasan OJK: Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, segera menegaskan bahwa pernyataan Presiden bukan bermaksud menantang MSCI, melainkan bentuk komitmen bahwa Indonesia akan terus melanjutkan reformasi pasar modal.
- Langkah Reformasi: OJK memastikan pembenahan teknis seperti peningkatan batas minimum saham publik (free float), keterbukaan kepemilikan di atas 1%, dan penindakan tegas manipulasi pasar tetap berjalan secara konsisten demi menjaga kepercayaan komunitas investor global.








makin kesini makin kesana….
makin ke kanan makin ke kiri….
makin ke atas makin nyungsep….
makin blunder ajee ndasee 🕺💃🏃♂️
Maklum biji tinggal sebelah pengaruh ke fungsi otak jadi sungsang.
😁
Sejak debat capres terutama wkt presentasi program di depan kadin, sy sdh menduga orang ini mental dan jiwanya bermasalah … gimana bukan “jakasembung bawa golok” lah ditanya cara mengatasi pengangguran, dijawab dg MBG … ditanya sm Anies, dijawab dg menjulurkan lidah kaya anjing …
memang sebaiknya sektir nonril ini ditiadakan saja, ekonomi harusnya hanya di sektor rill
yg takut itu rakyat bukan kamu yg tak pernah susah dari kecil goblog lu wo
waduh….. ekonomi tanpa adanya sektor riil, tanpa adanya bank (minimal), pertumbuhan ekonomi bisa terseok-seok. permasalahan utama yang terjadi tata kelola ekonomi yang ugal-ugalan, pengawasan dan penindakan korupsi yang lemah dan arogansi kekuasaan.
halah halah halaaaaaaaaaaaaaaah Jembooooooooooooout woooooooooooooooooooooo
bagi terwo si af dran-drun cs dia presiden terbaik 🤣🤣🤣
( saking bencinya sm Anies , presiden dibawah standar mana blunder mulu tetep dia puja2) 😂😂😂
Prabowo : Hai ANTEK-ANTEK ASING !!
Trump : Pripun Piye Kabare Kon (Koncoku), Wis Mangan Sampeyan..