





FRAMING & PEMBODOHAN TEDI SESKAB
Oleh: Ahmad Tsauri
Tedi dan pemerintah berusaha mencounter kritik bahwa MBG buang-buang duit.
Tedi memposting audiensi Prabowo dengan seorang anak dari Nias. Kata anak itu bohong kalau anak-anak tidak membutuhkan MBG.
Begini Pak Tedi, betul seperti statement Anda, “di Daerah terpencil MBG adalah kebutuhan nyata untuk membantu kebutuhan gizi anak-anak”.
Kata kuncinya; “Daerah terpencil”, padanannya “anak dari keluarga miskin”, “anak dari keluarga miskin ekstrim”, dua kata kunci terakhir dijumpai dimana saja, mau kota besar atau kota kecil. Jadi memang MBG tidak untuk semua anak, tidak untuk anak di semua daerah.
Lalu kenapa auidinesi dengan anak dari daerah terpencil di generalisir untuk semua anak ? Itu namanya framing. Pengaburan fakta.
Kenapa Anda sudah tahu MBG tidak untuk semua tapi tutup mata dan menggenalisir bahwa MBG untuk semua? Pertama karena Anda tahu kalau MBG hanya untuk daerah tertentu dan keluarga miskin saja, maka MBG tidak bisa jadi mesin politik Prabowo secara nasional.
Kedua, kalau MBG tidak menyeluruh Anda juga tahu markupnya tidak bisa besar. Dan anggarannya tidak signifikan, bukan 335 Triliun pertahun atau 1675 Triliun per 5 tahun tapi cukup di angka 2-10 triliun setahun.
335Triliun pertahun 35%nya cost produksi, sekitar 120 triliun buat operasional. Dan faktanya ini untk bagi-bagi jatah para pensiunan jenderal.
Sudahi memodohi rakyat saudara Tedi, sudahi pura-pura bodoh Pak Prabowo. Semakin kalian memframing program konyol ini semakin rakyat marah. Jangan pura-pura bodoh. Rakyat paham semunya.
Sumber: fb







kalau MBG bener-bener di “Daerah terpencil”, dan “anak dari keluarga miskin”, maka gak banyak yang protes pak … lha SDIT, SMPIT yang uang masukan belasan juta dan daerah perkotaan malah jadi fokus MBG,. kenapa ? karena murah, mudah dan banyak sarana dan prasaranya, supaya kemanfaatan nya bener-bener buat … yang punya …